
SENDANG – Upaya melestarikan lingkungan sekaligus menjaga stabilitas ekosistem di wilayah lereng Gunung Wilis terus digalakkan. Pada Jumat (14/8/2026), sinergi lintas sektor yang melibatkan jajaran Musyawarah Pimpinan Kecamatan (Muspika) Sendang bersama mahasiswa Kuliah Kerja Nyata (كيه كيه إن) جامعة السيد علي رحمة الله الإسلامية الحكومية (UIN واحد) Tulungagung sukses menggelar aksi penghijauan massal. Program reboisasi ini ditandai dengan penanaman sebanyak 1.000 bibit pohon kaliandra yang tersebar serentak di 11 desa se-Kecamatan Sendang.
Kegiatan kolaboratif yang dimulai sejak pagi hari ini dipusatkan di kawasan area konservasi desa, sebelum bergerak ke sejumlah titik lahan kritis yang tersebar di wilayah Kecamatan Sendang. Ratusan elemen masyarakat tampak antusias bahu-membahu menanam bibit tanaman kayu ramah lingkungan tersebut demi menjaga kelestarian alam jangka panjang.
Hadir dalam agenda penghijauan tersebut Camat Sendang yang diwakili oleh Sekretaris Kecamatan (Sekcam) Sendang, Danramil Sendang beserta jajaran anggota Koramil, Kapolsek Sendang bersama jajaran kepolisian sektor setempat, perwakilan civitas akademika kampus, serta jajaran aparatur pemerintah desa. Kehadiran para pemangku kepentingan ini menjadi bentuk komitmen nyata dalam mendukung aksi penyelamatan lingkungan di kawasan resapan air lereng pegunungan.
Sambutan dari pihak kampus UIN Sayyid Ali Rahmatullah Tulungagung disampaikan oleh Syamsul Umam, Kepala Pusat Pengembangan Ekoteologi, Moderasi Beragama, dan Kepesantrenan. Dalam penyampaiannya, ia menekankan bahwa aksi penanaman pohon ini merupakan implementasi nyata dari konsep ekoteologi, di mana kepedulian terhadap lingkungan merupakan bagian tak terpisahkan dari nilai-nilai keagamaan dan pengabdian masyarakat.
Syamsul Umam juga menambahkan bahwa keterlibatan mahasiswa KKN dalam program reboisasi ini diharapkan mampu menumbuhkan kesadaran ekologis yang berkelanjutan. وفقا له, menjaga keseimbangan alam di kawasan lereng gunung adalah tanggung jawab bersama demi merawat bumi sebagai tempat tinggal yang aman dan harmonis.
Sekretaris Kecamatan (Sekcam) Sendang yang hadir mewakili Camat Sendang menyampaikan apresiasi yang setinggi-tingginya kepada kampus UIN SATU Tulungagung dan seluruh pihak yang terlibat. Pihaknya menegaskan bahwa kawasan Kecamatan Sendang yang berada di dataran tinggi memiliki peran vital sebagai daerah resapan air, sehingga penanganan lahan kritis harus terus dilakukan secara berkesinambungan.
Di tempat yang sama, Danramil Sendang menegaskan keberadaan personel TNI dari Koramil Sendang merupakan wujud nyata kemanunggalan TNI dengan rakyat dalam menjaga alam. Personel Koramil diterjunkan langsung di 11 desa untuk membantu mahasiswa KKN dan warga setempat mengolah tanah serta memastikan setiap bibit tertanam dengan sempurna.
Sementara itu, Kapolsek Sendang turut mengimbau masyarakat untuk menjaga dan memelihara bibit pohon kaliandra yang telah ditanam. Pihak kepolisian tidak hanya mendukung dari sisi keamanan acara, tetapi juga mengedukasi masyarakat mengenai pentingnya menjaga vegetasi hutan agar terhindar dari potensi bahaya bencana alam seperti tanah longsor maupun erosi saat musim penghujan tiba.

Pemilihan jenis pohon kaliandra (Calliandra calothyrsus) dalam aksi ini dilakukan berdasarkan perhitungan ekologis yang matang. Pohon kaliandra dikenal memiliki daya adaptasi tinggi di dataran tinggi serta sistem perakaran yang kuat untuk mengikat tanah, sehingga sangat efektif mencegah bahaya erosi dan tanah longsor di kawasan perbukitan Sendang.
Selain manfaat ekologis, kaliandra juga memberikan dampak ekonomi yang nyata bagi masyarakat pedesaan. Daun kaliandra memiliki kandungan protein tinggi yang sangat cocok dimanfaatkan sebagai pakan ternak berkualitas bagi warga Kecamatan Sendang yang mayoritas berprofesi sebagai peternak sapi perah dan kambing.
Program penanaman 1.000 pohon ini menjangkau seluruh kawasan di 11 desa se-Kecamatan Sendang. Mahasiswa KKN di masing-masing desa menjadi motor penggerak yang membagi alokasi bibit pohon agar tertanam merata di titik-titik daerah aliran sungai (ال), lereng tebing, serta lahan kritis milik warga.
Melalui penanaman 1.000 pohon kaliandra ini, sinergi antara akademisi, Muspika, dan masyarakat diharapkan dapat terus terjalin dengan erat. Gerakan penghijauan ini diproyeksikan tidak berhenti pada tahap penanaman semata, melainkan dilanjutkan dengan pemeliharaan berkala agar bibit pohon dapat tumbuh maksimal membawa manfaat bagi generasi mendatang.



