Ringkasan Berita:

  • UIN SATU Tulungagung menggelar pembinaan dan penguatan kapasitas akademisi melalui orientasi “Kurikulum Cinta Berbasis Moderasi Beragama”.
  • Kegiatan mengangkat tema “Membumikan Kasih Sayang Ilahi, Merawat Kemanusiaan, dan Menjaga Keutuhan NKRI”
  • بنفس القدر 120 dosen dari berbagai fakultas dan jurusan mengikuti kegiatan yang berlangsung di Aula Rektorat Lantai III UIN SATU Tulungagung.
  • دكتور. Sholehuddin, دكتوراه في الطب., Widyaiswara Ahli BDK Surabaya, menekankan pentingnya menjadikan kasih sayang, تسامح, dan inklusivitas sebagai bagian dari proses pendidikan.
  • Peserta mendapatkan penguatan strategi mengintegrasikan nilai-nilai moderasi beragama ke dalam Rencana Pembelajaran Semester (RPS).
  • رئيس LP2M UIN SATU Tulungagung, البروفيسور. اشرب نعيم, berharap para dosen dapat menjadi agen perubahan dalam mewujudkan iklim kampus yang ramah, santun, dan inklusif.

تولونجاجونج — Universitas Islam Negeri Sayyid Ali Rahmatullah (UIN واحد) Tulungagung menggelar pembinaan dan penguatan kapasitas akademisi melalui kegiatan “Kurikulum Cinta Berbasis Moderasi Beragama: Membumikan Kasih Sayang Ilahi, Merawat Kemanusiaan, dan Menjaga Keutuhan NKRI”, الأربعاء (23/9/2026). Kegiatan tersebut menjadi bagian dari upaya memperkuat pemahaman dan implementasi nilai-nilai moderasi beragama di lingkungan perguruan tinggi keagamaan Islam negeri.

Bertempat di Aula Rektorat Lantai III Kampus UIN SATU Tulungagung, kegiatan diikuti oleh 120 dosen dari berbagai fakultas dan jurusan. Kehadiran para dosen tersebut menjadi bagian dari komitmen bersama untuk menjadikan moderasi beragama sebagai salah satu fondasi dalam proses pembelajaran dan kehidupan akademik di lingkungan kampus.

​Dr. Sholehuddin Tekankan Makna “Kurikulum Cinta”

في هذا النشاط, panitia menghadirkan Dr. Sholehuddin, دكتوراه في الطب., Widyaiswara Ahli dari Balai Diklat Keagamaan (BDK) سورابايا. Ia memberikan penguatan mengenai pentingnya mentransformasikan konsep moderasi beragama dari sekadar wacana menjadi pendekatan yang dapat diterapkan secara konkret dalam proses pembelajaran.

دكتور. Sholehuddin menjelaskan bahwa “Kurikulum Cinta” bukan sekadar jargon, tetapi merupakan pendekatan pedagogis yang menempatkan kasih sayang Ilahi sebagai salah satu landasan dalam kehidupan beragama dan berbangsa.

وفقا له, agama hadir untuk membawa kedamaian. بسبب ذلك, para pendidik memiliki peran penting dalam menerjemahkan pesan kedamaian tersebut ke dalam ruang-ruang pembelajaran.

Pendekatan tersebut mendorong terciptanya proses pendidikan yang tidak hanya berorientasi pada penyampaian pengetahuan, tetapi juga membangun sikap saling menghargai, terbuka terhadap perbedaan, dan mampu menumbuhkan nilai-nilai kemanusiaan.

Membangun Ekosistem Akademik yang Inklusif

بالإضافة إلى, دكتور. Sholehuddin menjelaskan bahwa membumikan kasih sayang Ilahi dalam konteks perguruan tinggi dapat diwujudkan melalui pembangunan ekosistem akademik yang menghargai perbedaan pandangan dan menjunjung tinggi kesetaraan.

Lingkungan akademik juga diharapkan mampu mengikis pola keberagamaan yang kaku dan eksklusif. Dalam konteks tersebut, pendidikan memiliki peran penting dalam membangun pemahaman keberagamaan yang moderat sekaligus menjadi bagian dari upaya mencegah berkembangnya paham ekstrem di lingkungan kampus.

Nilai-nilai moderasi beragama dengan demikian tidak berhenti pada materi pembelajaran, tetapi dapat hadir dalam interaksi antara dosen dan mahasiswa maupun dalam kehidupan akademik sehari-hari.

Merawat Kemanusiaan melalui Pendidikan

في عرضه, دكتور. Sholehuddin turut menyoroti pentingnya merawat kemanusiaan sebagai bagian dari keberagamaan yang matang.

Dosen tidak hanya memiliki tanggung jawab untuk mentransfer ilmu pengetahuan secara kognitif, tetapi juga diharapkan mampu menanamkan nilai empati sosial kepada mahasiswa. هكذا, pendidikan tinggi dapat turut membentuk lulusan yang memiliki kepekaan terhadap realitas kehidupan masyarakat yang beragam.

Nilai kasih sayang dan kepedulian terhadap sesama menjadi bagian penting dalam membangun karakter mahasiswa agar mampu hidup dan berkontribusi di tengah masyarakat yang majemuk.

Moderasi Beragama untuk Menjaga Keutuhan NKRI

Moderasi beragama berbasis cinta juga memiliki keterkaitan dengan upaya menjaga keutuhan Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI).

Keberagaman suku, ras, dan keyakinan yang ada di Indonesia menjadi bagian dari kehidupan kebangsaan yang perlu dirawat bersama. Dalam konteks tersebut, semangat persaudaraan kebangsaan atau ukhuwah wathaniyah dan persaudaraan kemanusiaan atau ukhuwah basyariyah menjadi nilai penting dalam membangun kehidupan yang harmonis.

Melalui pendidikan, nilai-nilai tersebut dapat diperkuat agar mahasiswa memiliki pemahaman keberagamaan yang tetap berakar pada nilai keislaman sekaligus menghargai keberagaman kehidupan bermasyarakat dan berbangsa.

Dosen Didorong Integrasikan Moderasi Beragama dalam RPS

Kegiatan yang berlangsung secara interaktif sejak pagi hingga siang hari tersebut juga diisi dengan pemaparan strategi pengintegrasian moderasi beragama ke dalam Rencana Pembelajaran Semester (RPS).

Para peserta mengikuti kegiatan dengan antusias. Sejumlah dosen turut mengajukan pertanyaan dan berbagi pengalaman mengenai berbagai tantangan dalam mengajarkan nilai-nilai moderasi beragama, khususnya di tengah perkembangan teknologi dan era digital.

Materi tersebut diharapkan dapat membantu para dosen menerjemahkan nilai-nilai moderasi beragama ke dalam proses pembelajaran yang lebih konkret dan relevan dengan kebutuhan mahasiswa.

120 Dosen Diharapkan Menjadi Agen Perubahan

رئيس LP2M UIN SATU Tulungagung, البروفيسور. اشرب نعيم, mengapresiasi terselenggaranya kegiatan pembinaan dan penguatan kapasitas akademisi tersebut.

ويأمل 120 dosen yang mengikuti kegiatan dapat membawa semangat “Kurikulum Cinta” ke unit kerja masing-masing dan menjadi agen perubahan dalam membangun lingkungan akademik yang positif.

Semangat tersebut diharapkan dapat diwujudkan melalui iklim kampus yang ramah, santun, dan inklusif. هكذا, nilai-nilai moderasi beragama tidak hanya menjadi materi yang dipelajari, tetapi juga dapat tercermin dalam budaya akademik dan kehidupan sehari-hari di lingkungan UIN SATU Tulungagung.

يغلق
قائمة طعام