
Trenggalek – Selasa, 03 September 2024 Tim LP2M UIN Sayyid Ali Rahmatullah Tulungagung mengadakan kunjungan ke Madrasah Aliyah Negeri (MAN) 1 Trenggalek. Kunjungan pada kesempatan kali ini dengan tujuan menindaklanjuti rencana kerjasama madrasah binaan. MAN 1 Trenggalek selama dikenal oleh masyarakat luas sebagai madrasah riset. Hadir dalam kunjungan kali ini dari LP2M yaitu; Dr. Lailatuz Zuhriyah, M.Fil.I. kepala pusat penelitian, Dr. Ahmad Fahrudin, M.Pd.I., kepala pusat jurnal, publikasi, dan penerbitan, Didin Wahyudin, M.Pd. sekretaris LP2M, dan Ghinanjar Akhmad Syamsudin, M.Pd. staff ahli LP2M.
Sementara itu, pihak MAN 1 Trenggalek menyambut dengan hangat kehadiran Tim LP2M. Sambutan tersebut hadir dari Muslih Alaydrus, S.Pd. selaku Kepala Madrasah, Agustina Dwi Fahruddiningsih, S.Pd. selaku Waka Kurikulum, Drs. H. Agus Tamami selaku pengembang riset, dan Sutianah, S.Pd. selaku koordinator riset. Kunjungan kali ini dikemas dalam pola diskusi santai, menarik, dan serius.
Selama ini MAN 1 Trenggalek dalam aspek kurikulum sudah memasukkan mata pelajaran riset di dalam intra kurikuler, sehingga dalam satu minggu ada 2 jam pelajaran dikhususkan untuk materi riset, pernyataan ini disampaikan oleh kepala madrasah. Koordinator riset MAN 1 trenggalek menambahkan bahwa materi yang disampaikan masih sebatas ranah konsep dan teoritis. Sehingga perlu adanya implementasi dari konsep dan teori yang disampaikan oleh guru untuk penyusunan proposal dan laporan penelitian. Maka hadirnya Tim LP2M penting untuk bekerjasama dengan MAN 1 Trenggalek dalam konteks madrasah binaan demi tercapai tujuan madrasah riset yang lebih baik.
Furthermore, Kepala Pusat Penelitian LP2M menyampaikan bahwa, “Dalam ranah perguruan tinggi, ada tri dharma yang harus dilaksanakan dengan penuh tanggung jawab. Pertama education, kedua penelitian, dan ketiga pengabdian. Maka madrasah binaan yang diinternalisasikan di MAN 1 trenggalek oleh Tim LP2M mampu mengakomodir ketiga dharma tersebut. Semata-mata apa yang kami lakukan pada sisi fundamentalnya adalah untuk kepentingan kedua belah pihak, baik MAN 1 Trenggalek, maupun UIN SATU”.
Dalam diskusi ini, muncul beberapa gagasan yang menarik. Diantara gagasan tersebut akan ditindaklanjuti, termasuk pertama, silabus yang telah disusun oleh Tim Pengembang Kurikulum MAN 1 Trenggalek perlu diadakan tinjauan ulang untuk diupdate sesuai dengan konteks kemajuan informasi dan teknologi. Kedua, MAN 1 Trenggalek segera membentuk Tim yang terdiri dari siswa untuk Madrasah Young Researchers Supercamp yang kemudian akan mendapatkan pembinaan dari UIN Sayyid Ali Rahmatullah Tulungagung.Ketiga, penguatan metodologi dalam sisi riset untuk siswa dan siswi MAN 1 Trenggalek.
Beberapa kesepakatan yang lain antara Tim LP2M dan MAN 1 Trenggalek selanjutnya akan disusun dalam Perjanjian Kerjasama (PKS) dan Memorandum of Understanding (MoU) dalam waktu yang tidak lama lagi. Harapan kedua belah pihak kerjasama ini akan mampu membawa prestasi dan kemajuan pendidikan yang lebih baik, yaitu dalam ranah Madrasah Aliyah dan juga Perguruan Tinggi. (fahru)



