Pusat Pengembangan Ecotheologi, Religious Moderation, dan Kepesantrenan merupakan salah satu pusat pengembangan di bawah koordinasi Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat (LP2M) UIN Sayyid Ali Rahmatullah Tulungagung yang memiliki mandat strategis dalam mengembangkan kajian, study, dedication to the community, serta inovasi kelembagaan yang mengintegrasikan nilai-nilai keislaman, kelestarian lingkungan, religious moderation, dan tradisi kepesantrenan. Pusat ini dikembangkan sebagai ruang akademik dan praksis untuk mempertemukan antara agama, ilmu pengetahuan, environment, kehidupan sosial-keagamaan, dan budaya pesantren. Ecotheologi ditempatkan sebagai pendekatan yang mendorong pemahaman bahwa relasi manusia dengan alam merupakan bagian integral dari tanggung jawab keagamaan dan etika kehidupan. Meanwhile, moderasi beragama diarahkan pada penguatan cara pandang dan praktik keberagamaan yang adil, balanced, toleran, inclusive, dan berorientasi pada kemaslahatan. Dalam konteks kepesantrenan, pusat ini berperan dalam mengembangkan kajian dan program yang menjadikan pesantren sebagai salah satu basis penting dalam pendidikan karakter, penguatan keislaman, pelestarian tradisi keilmuan Islam, pemberdayaan masyarakat, serta pengembangan kehidupan beragama yang harmonis. Keberadaan pusat ini sekaligus memperkuat pelaksanaan Tri Dharma Perguruan Tinggi, khususnya dalam pengembangan penelitian dan pengabdian kepada masyarakat yang memiliki dampak nyata bagi masyarakat, boarding school, lembaga pendidikan keagamaan, komunitas lingkungan, serta kehidupan sosial-keagamaan.

Pusat Pengembangan Ecotheologi, Religious Moderation, dan Kepesantrenan mempunyai tugas:

  1. Mengembangkan kajian dan penelitian bidang ecotheologi, religious moderation, dan kepesantrenan.
  2. Mengembangkan program pengabdian kepada masyarakat berbasis lingkungan, religious moderation, dan kepesantrenan.
  3. Menghasilkan inovasi dan model pengembangan pesantren, public, dan pendidikan keagamaan.
  4. Melaksanakan publikasi dan diseminasi hasil kajian, study, and devotion.
  5. Membangun kerja sama dan jejaring dengan pesantren, educational institutions, government, dan masyarakat.
  6. Memberikan rekomendasi akademik dan kebijakan terkait ecotheologi, religious moderation, dan kepesantrenan.
Close