Tulungagung, 01 Juli 2025Momentum penting dalam rangkaian Kuliah Kerja Nyata (KKN) UIN Sayyid Ali Rahmatullah Tulungagung (UIN ONE) kembali digelar. Kali ini adalah Pelepasan Mahasiswa KKN 2025 oleh Rektor UIN SATU. Pelepasan KKN ini juga terasa istimewa, jika beberapa tahun sebelumnya pelepasan hanya berjumlah 2.000 2.500 peserta, kali ini hampir 2 kali lipat, yaitu 4.589 mahasiswa ikut serta dalam upacara pelepasan.

Besides that, yang menambah nuansa berbeda dari tahun-tahun sebelumnya, pelepasan dilaksanakan di lapangan Ma’had al-Jami’ah UIN SATU. Harapannya, tempat baru mampu menambah spirit positif dalam menjalani rangkaian agenda-agenda KKN yang telah disusun dengan baik. Tema KKN pun juga menjadi terobosan baru, bertajuk “Literasi Digital Menuju Desa Ramah Lingkungan” yang mendukung program prioritas Menteri Agama, Prof. Dr. KH. Nasaruddin Umar, M.Ag. yaitu Ecotheology. Sehingga dalam konteks program nasional, UIN SATU tidak mampu dipisahkan dalam mendorong dan memberikan dukungan penuh terhadap program-program prioritas pemerintah.

Pelepasan ini diawali dengan sambutan Ketua LP2M UIN SATU. Prof. Dr. Ngainun Naim, M.H.I. Pesan yang disampaikan dalam sambutannya. Pertama, KKN bukan untuk menggurui masyarakat, mahasiswa datang ke desa-desa untuk berinteraksi, kemudian membaur untuk belajar bersama masyarakat dalam sisi kehidupan sosial yang ada di lokasi KKN. Kedua, eranya sekarang adalah media sosial. Seyogianya mahasiswa menampilkan konten-konten mendidik, informatif, dan memberikan manfaat untuk masyarakat luas, bukan justru sebaliknya, memposting berita yang kurang beretika bahkan bersifat hoax. Ketiga, berfikir sebelum bertindak. Aspek ini menjadi penting, karena apa yang dilakukan, apalagi di dunia digital, jejak digital akan terekam sampai kapanpun. Jika yang dilakukan baik, maka akan menjadi amal jariyah, jika negatif, dosa jariyah menjadi sisi yang tidak bisa dihindari.

Keempat, salah satu dari sekian indikator kesuksesan KKN mahasiswa adalah ketika berpamitan. Masyarakat akan menangisi mahasiswa saat berpamitan. Konteks ini bukan tanpa alasan, masyarakat akan merasa kehilangan atas kehadiran mahasiswa selama beberapa hari di lokasi KKN. Kerinduan akan sangat dirasakan oleh masyarakat. Kelima, modal “Monggo. Tentu, dalam tradisi Jawa bertegur sapa adalah tindakan yang menambah kehangatan dan nilai tambah dalam berinteraksi dengan masyarakat sekitar. Dengan ucapan term “Monggo” (yang berarti ‘mari’ dalam bahasa Indonesia) Masyarakat menjadi dihargai dan keberadaan mahasiswa dianggap sebagai energi positif.

Furthermore, mengakhiri sambutannya, pria yang asli kelahiran Tulungagung tersebut mengucapkan selamat kepada seluruh mahasiswa yang akan menuju ke tempat KKN untuk melaksanakan pengabdian masyarakat.

Sambutan selanjutnya disampaikan oleh Rektor UIN SATU, Prof. Dr. H. Abdul Aziz, M.Pd., mengawali sambutannya beliau menyampaikan kondisi dan keadaan zaman ini. Saat ini kita sedang mengalami 3 macam krisis. Pertama krisis spiritualitas. Kedua, krisis Sosial. Ketiga, krisis lingkungan. Begitu beliau menyampaikan sambutannya di awal.

Dalam aspek krisis spiritualitas misalnya. Masyarakat kita sekarang memerlukan penguatan. Mahasiswa yang akan melaksanakan KKN sebagian besar adalah alumni Ma’had al-Jami’ah UIN SATU. Keyakinan Rektor sangat kuat kepada mahasiswa untuk melakukan penguatan spiritualitas masyarakat. Apalagi mahasiswa yang menjadi peserta KKN adalah mereka yang sudah lulus dengan jumlah 110 SKS. Ditambah tagline kampus UIN SATU yang merupakan “Kampus Dakwah dan Peradaban”. Terutama beliau menyampaikan kepada mahasiswa jangan sekali-kali meninggalkan sholat.

Selanjutnya krisis lingkungan. Rektor berharap mahasiswa untuk berinteraksi, kolaborasi, dan komunikasi dengan masyarakat. Bersama Masyarakat tidak hanya untuk mengabdi dalam sisi kearifan lokal saja, akan tetapi mampu meningkatkan kondisi yang stabil dalam budaya kearifan lingkungan. Kondisi semacam ini perlu dilakukan, karena sama-sama diketahui bencana terjadi dimana-mana, baik banjir, tanah longsor, dan kebakaran hutan. Jika ini tidak ada yang terjun untuk memitigasi, maka keturunan dan anak cucu generasi ke depan tidak bisa menyaksikan keindahan alam.

Krisis Sosial juga menjadi titik penting yang ditekankan oleh Rektor dalam sambutannya. Krisis sosial bisa dilihat dari sejauh mana mahasiswa secara arif dan bijak dalam menggunakan media sosial. Semakin hari semakin lama media sosial akan menjadi kebutuhan primer. Mahasiswa harus mampu mengukur dan menyadarkan masyarakat dengan konten-konten media sosial yang memberikan informasi positif dan mencerahkan. Signifikansi ini akan memunculkan sebuah tajuk baru, yaitu Ecosocial.

Di Akhir sambutan, Rektor melepas secara resmi mahasiswa untuk melaksanakan KKN di 2 Kabupaten, yaitu Tulungagung dan Trenggalek yang dibagi dalam 12 kecamatan.

Pelepasan ditutup dengan penyematan tanda peserta KKN dan DPL. Kemudian disertai dengan penyerahan pohon dari Rektor kepada perwakilan Koordinator Kecamatan sebagai implementasi nilai-nilai Ecotheology yang digagas oleh Menteri Agama. Selanjutnya pohon akan ditanam di masing-masing lokasi KKN Mahasiswa.

Kontributor: M.Fah

Close