
LP2M UIN SATU News Room — Surabaya, 27 February 2026 — Institute for Research and Community Service (LP2M) UIN Sayyid Ali Rahmatullah Tulungagung menghadiri kegiatan Sosialisasi dan Koordinasi Program Penelitian Jatim Melaju 2026 yang diselenggarakan di Ruang Sidang Utama SA Lantai 1 Gedung Rektorat Institut Teknologi Sepuluh Nopember (ITS), Sukolilo, Surabaya.
Kegiatan ini menjadi momentum strategis penguatan kolaborasi riset antar Perguruan Tinggi Negeri (PTN) dan PTKIN se-Jawa Timur dalam rangka mendorong pembangunan daerah berbasis riset kolaboratif dan berkelanjutan.
Acara ini dihadiri oleh Rektor UNESA sekaligus Ketua Forum Rektor PTN Jawa Timur, Prof. Dr. Nurhasan, M.Kes.; Rektor ITS, Prof. Bambang Pramujati, S.T., M.Sc.Eng., Ph.D.; Wakil Rektor IV ITS, Agus Muhamad Hatta, S.T., M.Si., Ph.D.; Kepala BRIDA Jawa Timur, Dr. Andriyanto, S.H., M.Kes.; para Kepala/Direktur LPPM/DRPM PTN se-Jatim; para Kasubdit Penelitian/Kepala Pusat Penelitian; serta para admin pengelola penelitian di lingkungan PTN Jawa Timur.
Dalam sambutannya, Rektor ITS, Prof. Bambang Pramujati, S.T., M.Sc.Eng., Ph.D., menegaskan bahwa riset kolaborasi diarahkan untuk mendukung program prioritas Pemerintah Provinsi Jawa Timur sekaligus meningkatkan capaian publikasi internasional bereputasi.
Harapannya, setiap PTN di Jawa Timur dapat meningkatkan publikasi terindeks Scopus secara signifikan (60–100 publikasi), sekaligus berkontribusi terhadap program strategis daerah.
Program “Jatim Melaju 2026” sendiri dirancang sebagai hibah riset kolaboratif yang membangun sinergi antar-PTN guna memperkuat reputasi akademik serta menghasilkan dampak nyata bagi masyarakat.
Rektor UNESA, Prof. Dr. Nurhasan, M.Kes., menambahkan bahwa kolaborasi ini harus memperkuat pencapaian Indikator Kinerja Utama (IKU) dan Indikator Kinerja Tambahan (IKT) perguruan tinggi, meliputi publikasi, sitasi, hilirisasi, komersialisasi, serta kontribusi riset terhadap kebijakan publik dan pembangunan daerah.
Beliau juga menggarisbawahi pentingnya fleksibilitas klaster penelitian agar tidak hanya terfokus pada bidang STEM, melainkan memberi ruang bagi keunggulan dan kekhasan masing-masing perguruan tinggi, termasuk bidang sosial-humaniora dan keagamaan.
Kolaborasi yang mempertemukan kekhasan tersebut dinilai akan menghasilkan model dan prototipe yang aplikatif serta adaptif terhadap kebutuhan daerah.
Furthermore, Kepala BRIDA Jawa Timur, Dr. Andriyanto, S.H., M.Kes., menyampaikan bahwa pemerintah daerah telah menyusun Daftar Inventarisasi Masalah (DIM) yang terus berkembang—dari sekitar 300 masalah pada 2023 menjadi lebih dari 600 pada 2025.
Isu kemiskinan (baik struktural maupun kultural), ketahanan pangan, layanan dasar (pendidikan dan kesehatan), energi baru dan terbarukan, hingga penguatan sistem keuangan daerah menjadi tantangan nyata yang memerlukan solusi berbasis riset.
Program Jatim Melaju dinilai sangat relevan karena dapat menjadi “klinik” penyelesaian persoalan riil masyarakat, bukan sekadar menghasilkan publikasi.
Lebih lanjut, beliau menyampaikan bahwa ada dua kata kunci utama untuk mengakses dukungan riset dari Pemerintah Daerah, yakni hilirisasi dan konektivitas. Riset diharapkan tidak berhenti pada luaran akademik, melainkan mampu terintegrasi dengan kebijakan publik dan pembangunan berkelanjutan, pungkasnya.
Secara konseptual, fokus riset Jatim Melaju diselaraskan dengan RPJMD Provinsi Jawa Timur 2025–2029, 9 Misi Prioritas Nawa Bhakti Satya, serta Tujuan Pembangunan Berkelanjutan (SDGs).
Dalam sesi sosialisasi yang dimoderatori oleh Dr. Alvin Mustikawan, M.Pd., Direktur DRPM ITS, Fadlilatul Taufany, S.T., Ph.D., memaparkan arsitektur kolaborasi wajib (the golden rule), yakni satu Host dari PTNBH (Cluster A) dengan minimal satu mitra dari Cluster A yang berbeda universitas, serta 1–3 mitra dari Cluster B (PTN/PTKIN) yang berbeda satu sama lain. Skema ini dirancang untuk memperkuat jejaring riset terstruktur lintas klaster.
Target luaran wajib program ini adalah minimal satu artikel jurnal internasional terindeks Scopus (minimal Q3), dengan pola co-authorship lintas klaster serta mencantumkan minimal satu kata kunci SDGs.
Setiap pengusul dapat mengajukan pendanaan maksimal Rp50.000.000,00 yang bersumber dari masing-masing PTNBH/PTN pengusul. Proses pengusulan dilakukan melalui platform SIM RKI (risetkolaborasi.its.ac.id) yang dikelola ITS, dengan tahapan launching dan sosialisasi, review proposal, penandatanganan kontrak, monitoring dan evaluasi, hingga pelaporan akhir.
Durasi pelaksanaan program berlangsung 16 April hingga 25 November 2026, diawali dengan sosialisasi pada 27 February 2026.
Usai sosialisasi, kegiatan dilanjutkan dengan Rapat Koordinasi Forum LPPM/DRPM PTN se-Jawa Timur yang dipandu Direktur DRPM ITS.
Selain membahas teknis pengelolaan dan pelaksanaan riset kolaborasi, rakor juga mengagendakan peluang kolaborasi pengabdian kepada masyarakat (baik dalam maupun luar negeri), termasuk skema pemberdayaan ekonomi masyarakat dan wakaf produktif, serta rencana penyelenggaraan Colloquium LPPM Jatim: Riset, Inovasi, dan Pemberdayaan Masyarakat sebagai forum berbagi praktik baik dan benchmarking tata kelola.
Keikutsertaan LP2M UIN Sayyid Ali Rahmatullah Tulungagung dalam forum ini menegaskan komitmen institusi untuk aktif berkolaborasi dalam ekosistem riset Jawa Timur.
Sebagai bagian dari Cluster B, UIN SATU Tulungagung memiliki peluang strategis untuk menguatkan kontribusi riset berbasis keislaman, sosial-humaniora, dan pengabdian transformatif yang terintegrasi dengan agenda pembangunan daerah.
Melalui program Jatim Melaju 2026, diharapkan terbangun sinergi riset yang tidak hanya meningkatkan publikasi bereputasi, tetapi juga menghasilkan model, prototipe, dan kebijakan yang aplikatif bagi masyarakat Jawa Timur dan Indonesia.
LP2M UIN SATU Tulungagung siap mengambil peran aktif dalam kolaborasi ini, sebagai bagian dari upaya memperkuat kontribusi akademik menuju pembangunan Jawa Timur yang lebih maju, inklusif, dan berkelanjutan. (Lailatuzz Zuhriyah)



