Tulungagung, Jum’at 12 Juli 2024— LP2M UIN Sayyid Ali Rahmatullah Tulungagung melaksanakan pelepasan Mahasiswa KKN Gelombang 2. Kegiatan dilaksanakan di sepanjang jalan paving di depan Gedung Laboratorium Terpadu FTIK. Pelaksanaan kegiatan pelepasan mahasiswa terpantau lancar dan meriah, desain formasi upacara menjadi bagian penting dari pelaksanaan pelepasan Mahasiswa KKN. Meski sebagian titik di lokasi pelepasan panas karena terkena sinar terik matahari, namun tidak menyurutkan semangat peserta dalam pelepasan KKN.

Pelepasan ini dihadiri oleh Rektor, Kabiro, Wakil Rektor 3, Kabag Umum, PPK, Para Dekan, Mudir Ma’had, Tim Crew LP2m, DPL, dan seluruh mahasiswa peserta KKN. Acara pembukaan ditutup dengan do’a yang dipimpin oleh Mudir Ma’had Dr. KH. Zuhri, M.Ag. Sebelum doa dilafadzkan, pria asli kelahiran Kota Kediri ini mengajak untuk memberikan hadiah Suratul Faatihah kepada Almarhum Prof. KH. Achmad Patoni, M.Ag. yang beberapa hari lalu telah meninggal dunia. Semoga beliau husnul khatimah dan keluarga yang ditinggalkan diberikan kesabaran sekaligus ketabahan. Aamiin.

Pada sesi sambutan yang pertama, disampaikan oleh Ketua LP2M UIN Sayyid Ali Rahmatullah Tulungagung Prof. Dr. Ngainun Naim, M.H.I.. Beliau menyampaikan pentingnya “Pikir sebelum sharing” kepada mahasiswa. Sebagaimana tema KKN pada kali ini yaitu “Pemberdayaan Masyarakat Multisektoral Berbasis Literasi Digital”. Topik Literasi Digital ini memang begitu pesat perkembangannya. 

Ada 3 macam penyakit masyarakat yang disampaikan oleh Kang Naim, sapaan akrab Prof. Dr. Ngainun Naim, M.H.I., penyakit tersebut adalah a) game online, b) pinjaman online, c) judi online. Ketiga macam penyakit ini yang sekarang sedang menjamur di masyarakat. Apabila ini tetap dibiarkan maka akan merusak keharmonisan rumah tangga, keberlangsungan hidup masa depan pemuda, dan sosial budaya masyarakat. Maka penting bagi mahasiswa untuk memberikan edukasi ini kepada masyarakat. Sebab perkara ini sudah banyak yang memakan korban.

Selanjutnya beliau menyampaikan 4 aspek penting tentang literasi digital. a) etika literasi digital, b) budaya literasi digital, c) keterampilan literasi digital, dan d) keamanan literasi digital. Keempat aspek penting ini yang harus diperhatikan dan dilakukan mahasiswa di Lokasi KKN, jangan sampai menyebarkan berita-berita yang bisa merusak reputasi almamater dan menimbulkan sensitivitas perasaan masyarakat.

Sambutan sekaligus pemberangkatan mahasiswa disampaikan oleh Bapak Rektor Prof. Dr. Abd. Azis, M.Pd.I., di awal Rektor menyampaikan selamat kepada mahasiswa sudah sampai pada titik ini. Ketika mahasiswa sudah berada pada tahapan KKN, ini berarti sebentar lagi mahasiswa akan menyelesaikan semua tahapan perkuliahan. 

Pada sambutannya, Rektor menyampaikan pesan yang penting untuk diperhatikan dan dilaksanakan: pertama, mahasiswa datang pertama kali di lokasi KKN wajib mendatangi masjid dan musholla. Rektor yakin kepada mahasiswa KKN bahwa mereka mampu menjaga ekosistem kedua tempat tersebut. Dengan demikian masyarakat akan mampu terhindar dari paham-paham semacam radikalisme. Mahasiswa juga dianjurkan mengadakan kegiatan-kegiatan yang bermanfaat bagi masyarakat secara moderat. Jangan mahasiswa malah mengacak-acak kegiatan yang sudah berjalan, jika ada kegiatan yang berjalan kurang baik, mahasiswa bisa bersama-sama dengan masyarakat memperbaikinya, jangan sampai menggurui, apalagi merasa seperti Super Hero, niatkan untuk mengabdi. Selanjutnya viralkan kegiatan yang berjalan diberbagai media sosial dengan bijak.

Kedua, Sholat menjadi bagian penting dari pesan Rektor. Jangan sekali-kali mahasiswa meninggalkan sholat. Menjaga pergaulan dan etika di lokasi KKN menjadi aspek yang harus dirawat. Jangan sampai anak UIN bersepeda motor bergandeng 3 orang. Itu bukan etikanya anak UIN, apalagi UIN Sayyid Ali Rahmatullah Tulungagung. Yang perlu diingat oleh mahasiswa bahwa mereka menjalani KKN di desa, bukan seperti di kampus. Termasuk dalam beretika media sosial, mulut mahasiswa tidak sekuat jempol mahasiswa. Jangan gara-gara jempol mahasiswa yang menyebarkan berita tidak baik, maka akan menimbulkan masalah besar di lokasi tempat KKN. Bijaklah dalam bersosial masyarakat, pun media sosial.

Ketiga, Mahasiswa sudah saatnya aksi, bukan teori. Meski sebenarnya KKN sebenarnya juga kuliah. Akan tetapi lebih menekankan pada aspek aksi dan implementasi di dalam kehidupan masyarakat, berbeda pada saat di kampus, ketika di ruang-ruang kuliah, mempelajari teori masih relevan. Keempat, Pembekalan yang disampaikan oleh narasumber, baik dari Camat, LP2M, dan DPL silakan diperhatikan dan dilaksanakan dengan sebaik-baiknya.

Kelima, Jaga koordinasi yang intens dengan tokoh dan pemangku kebijakan lokasi KKN. Mahasiswa harus siap ‘ndlosor’ (bahasa Jawa) dan menurunkan egonya. Jangan mengambil keputusan berdasarkan kepentingan mahasiswa sendiri, tetapi ada komunikasi dengan masyarakat setempat.

Sebelum Rektor memberangkatkan mahasiswa, pesan yang tulus dan mengharukan tidak lupa disampaikan. beliau menyampaikan kepada mahasiswa untuk pamit kepada bapak dan ibunya untuk mengikuti KKN. Sampaikan kepada orang tua bahwa Saudara akan mengabdi dan mencari ilmu di dalam masyarakat.

Sebanyak 2.289 mahasiswa terdiri dari 621 laki-laki dan 1.688 perempuan dilepas oleh Rektor UIN Sayyid Ali Rahmatullah Tulungagung dengan begitu meriah, disertai dengan pemakaian ID Card kepada perwakilan mahasiswa dan DPL secara simbolis KKN resmi diberangkatkan. 

Selamat dan salam pengabdian.

Close