LP2M UIN SATU NEWSROOM – Trenggalek, 7 Juli 2025. Institute for Research and Community Service (LP2M) UIN Sayyid Ali Rahmatullah Tulungagung turut menghadiri kegiatan Verifikasi Lapangan Program Kampung Iklim (PROKLIM) kategori Lestari yang diselenggarakan di Gading Education Park (GEP), Dusun Nglaban, Desa Gading, Kecamatan Tugu, Trenggalek Regency.

Kegiatan ini merupakan bagian dari proses evaluasi nasional oleh Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan (KLHK) RI terhadap pelaksanaan aksi adaptasi dan mitigasi perubahan iklim berbasis masyarakat.

Acara verifikasi ini dihadiri oleh verifikator KLHK, Plt. Asisten 2 (Bidang Perekonomian dan Pembangunan) Trenggalek Regency, perwakilan sejumlah OPD, Sekretaris Camat Tugu, Kepala Desa Gading beserta perangkat desa, LP2M UIN SATU Tulungagung, BPR Jwalita, Kelompok Tani Subur Rahayu, para Ketua RT dan RW Desa Gading, serta para aktivis ProKlim Desa Gading.

Kegiatan diawali dengan menyanyikan lagu Indonesia Raya, dilanjutkan sambutan dari Ibu Ir. Cusi Kurniawati, M.Si. (Kepala Dinas Perikanan yang merangkap sebagai Plt. Asisten Perekonomian dan Pembangunan Kabupaten Trenggalek).

Sesi Pembukaan Verifikasi Lapangan

Dalam sambutannya, Ibu Cusi menyampaikan bahwa Pemerintah Kabupaten Trenggalek memberikan dukungan penuh pada kegiatan ProKlim Lestari Desa Gading yang dipimpin oleh Kepala Desa yang inovatif, Bapak Wiryanto.

Lebih lanjut, Ibu Cusi menyampaikan bahwa Trenggalek memiliki 152 desa dan 5 kelurahan. Pada tahun 2024 sudah terbentuk 36 lokasi ProKlim, dan saat ini sudah mencapai 37 lokasi ProKlim. Year 2023, Desa Wonocoyo Kecamatan Panggul-Trenggalek sudah meraih ProKlim Lestari. Kemudain 2 lokasi sudah meraih ProKlim Utama Trophy, 31 lokasi meraih ProKlim Utama Sertifikat, dan 4 lokasi ProKlim Madya. Year 2025 ada 9 lokasi ProKlim baru, dan 1 ProKlim Lestari

Ibu Cusi juga menjelaskan bahwa Pemerintah Kabupaten Trenggalek sangat serius dalam Program ini. Bahkan, di dalam RPJPD Kabupaten, dimasukkan program Net Zero Carbon, dan ini satu-satunya di Indonesia. Di samping itu, blue dan green economy juga digalakkan.

Inovasi yang dilakukan Kabupaten dalam hal lingkungan adalah menggelar pemberian penghargaan Adipura yang digelar setiap tahun. Adipura ini tidak hanya sebatas Adipura tingkat kecamatan dan desa/ kelurahan, tetapi hingga merambah wilayah terkecil, yakni RT dan RW. Besides that, saat ini juga digagas Adipura SKPD, salah satu standarnya adalah toilet yang kering, bersih dan tidak bau, green SKPD, and others.

Lebih lanjut, Ibu Cusi juga menyampaikan bahwa di Trenggalek juga ada Surat Edaran untuk menyumbang/ donasi pohon oleh para ASN Kabupaten Trenggalek (selaku pribadi, bukan menggunakan APBD) untuk melakukan gerakan penanaman pohon.

Inovasi lainnya di tahun 2025 adalah kinerja ASN yang berkaitan dengan lingkungan dimasukkan dalam laporan kinerja dalam SKP. Hal ini untuk menunjukkan komitmen Pemkab Trenggalek terhadap kepedulian lingkungan”, tegas Ibu Cusi.

Sambutan berikutnya disampaikan oleh Sekretaris Camat Tugu, Bapak Sunandar, S.Sos. Beliau mengucapkan terima kasih kepada seluruh pihak yang telah mendukung Desa Gading dalam menyiapkan ProKlim Lestari. Beliau berpesan, ada atau tidak penghargaan ini, upaya menjaga kelestarian lingkungan adalah menjadi sesuatu yang harus terus diupayakan. Kecamatan Tugu berharap Desa Gading nanti akan benar-benar dapat meraih penghargaan ProKlim pada klaster Lestari.

Berikutnya, sambutan yang disampaikan oleh Kepala Desa Gading, Bapak Wiryanto, S.E. Dalam sambutannya, Kades menyampaikan ucapan terima kasih atas segala kerja keras tim Kelompok Tani Subur Rahayu sebagai kelompok pengusung ProKlim Lestari dan relawan ProKlim Desa Gading. Beliau juga mengucapkan terima kasih kepada seluruh pihak, mulai dari Kecamatan, OPD, dan juga mitra Desa Gading yang telah memberikan dukungan penuh kepada Desa Gading untuk meraih ProKlim Lestari.

Sambutan Kades Gading, Bapak Wiryanto, S.E.

Kades juga menyampaikan bahwa Desa Gading sejatinya sudah pernah mendapat penghargaan ProKlim Utama Trophy di tahun sebelumnya, dan tahun ini ingin ada peningkatan ke tingkat Lestari. Berbagai upaya dilakukan bersama warga dan mitra dalam mewujudkan cita-cita ini, mulai dari pengelolan Bank Sampah, pengolahan sampah organik menjadi pupuk cair, pembuatan biogas dari kotoran sapi, GARPU MIBER (Gerakan Nyapu Minggu Bersih), inovasi pengelolaan sampah plastik menjadi BBM, and others.

Pasca pembukaan verifikasi lapangan, kegiatan dilanjutkan dengan presentasi ProKlim Lestari Desa Gading oleh Bapak Wiryanto. Dalam hal ini, beliau bukan berperan sebagai Kepala Desa Gading, melainkan sebagai Sekretaris Kelompok Tani Subur Rahayu. Presentasi dilaksanakan dalam waktu 30 menit, dan dilanjutkan dengan ishoma.

Setelah Ishoma, sebelum dilakukan peninjauan lapangan, LP2M UIN Sayyid Ali Rahmatullah Tulungagung mengikuti sesi wawancara bersama Tim Verifikator KLHK. Dr. Lailatuzz Zuhriyah, M.Fil.I. selaku Kepala Pusat Penelitian (Kapuslit) LP2M UIN SATU menyampaikan bahwa LP2M UIN SATU Tulungagung hadir dalam kapasitasnya sebagai mitra pengembangan desa melalui program KKN tematik dan pengabdian dosen. Desa Gading sendiri merupakan salah satu desa binaan LP2M yang telah menjalin kemitraan dalam bidang lingkungan, education, dan pemberdayaan masyarakat.

Lebih lanjut, Ibu Lailatuzz menyampaikan bahwa sesungguhnya kegiatan pengabdian di Kabupaten Trenggalek telah berjalan sejak tahun 2017. Meski berbasis keagamaan, namun pengabdian UIN SATU merambah ke berbagai sektor kehidupan masyarakat, karena kegiatan pengabdian diikuti oleh mahasiswa dan dosen dari lintas Prodi. Sementara itu, pendampingan di Desa Gading sudah berjalan dua tahun ini.

Kegiatan ini menunjukkan pentingnya kolaborasi antara masyarakat, pemerintah, perguruan tinggi, dan sektor swasta dalam mewujudkan kampung iklim yang lestari, mandiri, dan tangguh terhadap perubahan iklim”, tegas Ibu Lailatuzz.

Keterlibatan perguruan tinggi dalam program seperti ProKlim menjadi bentuk nyata dari pengabdian berbasis riset (community-based research). Kami melihat bahwa Gading tidak hanya sekedar lokasi KKN semata, tetapi sebagai ruang pembelajaran hidup (living lab) untuk integrasi nilai Islam, sains, dan keberlanjutan,” jelas Ibu Lailatuzz.

Kehadiran LP2M UIN SATU dalam ProKlim Lestari Desa Gading merupakan bukti bahwa transformasi hijau tidak hanya soal teknologi, tapi juga soal nilai dan kesadaran keagamaan. Dan dari desa kecil di lereng Trenggalek ini, ekoteologi menemukan ruang aktualisasinya”, imbuh Ibu Lailatuzz.

Ghinanjar Akhmad Syamsudin, M.Pd. (Staf LP2M) juga menambahkan bahwa kebaruan dari kegiatan pengabdian di Desa Gading yang dilakukan oleh UIN SATU Tulungagung adalah dengan berpijak pada Fiqih Lingkungan. Pengelolaan alam juga harus memperhatikan aspek keberlanjutan.

Lebih lanjut Pak ghinanjar menyampaikan bahwa LP2M menerjunkan mahasiswa ke Desa Gading untuk melaksanakan kegiatan KKN dengan temaLiterasi Digital: Menuju Desa Ramah Lingkungan”. Hingga saat ini, mahasiswa KKN masih melaksanakan giat pengabdian hingga satu bulan ke depan.

Banyak hal yang dilakukan mahasiswa. Beberapa program yang dilakukan seperti pendampingan pengolahan sampah plastik menjadi kerajinan, pengelolaan UMKM berbasis lingkungan, pengelolaan sampah, and so on. Hal ini dilakukan guna mendukung ekoteologi sebagai bagian dari Asta Protas Kementerian Agama”, tegasnya.

Sementara itu, Sekretaris LP2M UIN SATU, Didin Wahyudin, M.Pd.I. menyampaikan bahwa LP2M akan terus menjaga kemitraan dengan seluruh desa binaan, salah satunya Desa Gading. Kegiatan pengabdian di desa ini diselaraskan dengan program prioritas desa, sehingga kegiatan pengabdian yang dilakukan dapat menjawab kebutuhan desa.

Menurutnya, ProKlim ini adalah program yang sangat bagus yang perlu untuk terus dilanjutkan. Dampak program ini sangat nyata bagi desa. Melalui kerangka ProKlim ini, sejatinya tidak hanya Desa Gading yang belajar bagaimana mengelola lingkungannya agar tetap lestari dan tanggap akan dampak dari perubahan iklim, tetapi UIN SATU Tulungagung sebagai mitra pun juga turut belajar.

LP2M UIN SATU Tulungagung bangga menjadi bagian dari proses perubahan ini. Desa Gading telah membuktikan bahwa keberlanjutan lingkungan bisa dibangun dari bawah, yakni dari semangat gotong royong seluruh warganya dan kemitraan strategis dengan berbagai pihak.

Kunjungan ke Lokasi ProKlim

Kegiatan ditutup dengan kunjungan lapangan ke titik-titik lokasi ProKlim, serta dokumentasi praktik baik yang telah dilakukan masyarakat. Keterlibatan LP2M UIN SATU Tulungagung dalam proses ini menunjukkan sinergi nyata antara perguruan tinggi, pemerintah, dan masyarakat dalam membangun ketahanan iklim berbasis kearifan lokal.

Kontributor: Lailatuzz Zuhriyah

Close