
Monday 06 Oktober 2025, LP2M UIN SATU Tulungagung menghadiri undangan FGD persiapan KKN kolaborasi persemakmuran 2026 yang akan diselenggarakan di Ponorogo. Kegiatan FGD ini dilaksanakan di Hotel Amaris Ponorogo mulai 06 Oktober s.d 08 Oktober 2025. Hadir dalam kegiatan ini para ketua LP2M, Kapus Pengabdian dan Kapuslit dari masing-masing kampus PTKIN Eks Sunan Ampel. KKN persemakmuran menjadi agenda rutin tahunan yang diselenggarakan oleh PTKIN Eks Sunan Ampel Surabaya yang banyaknya 9 PTKIN. Dalam kegiatan ini, ketua LP2M UIN SATU Tulungagung menjadi salah satu narasumber Utama.
Untuk pelaksanaan KKN persemakmuran tahun 2026, Universitas Islam Negeri (UIN) Kiai Ageng Muhammad Besari Ponorogo menegaskan kesiapannya untuk menjadi tuan rumah pelaksanaan KKN Nusantara 2026, sebuah agenda nasional yang diselenggarakan dalam kemitraan dengan perguruan tinggi di bawah jaringan Konsorsium Sunan Ampel.
Program KKN kolaborasi persemakmuran selama ini dipandang sebagai sarana strategis dalam menghubungkan dunia akademik dengan realitas sosial. Melalui kegiatan pengabdian lintas kampus ini, mahasiswa tidak hanya menerapkan ilmu yang diperoleh di ruang kuliah, tetapi juga belajar memahami dinamika masyarakat secara langsung. Lebih jauh, KKN Nusantara menjadi wahana efektif untuk menanamkan nilai-nilai toleransi, kebersamaan, dan kemanusiaan universal.

Sebagai tuan rumah, UIN Ponorogo mulai melakukan berbagai langkah persiapan yang matang. Institute for Research and Community Service (LPPM) menjadi garda terdepan dalam merancang tahapan teknis, mulai dari penyusunan pedoman teknis pelaksanaan, hingga proses sosialisasi dengan PTKIN mitra. Pada FGD Persiapan ini juga mencakup tema kegiatan, metode pengabdian, dan segala sesuatu untuk menyukseskan penyelenggaraan KKN persemakmuran tahun 2026.
Besides that, LPPM UIN Ponorogo juga tengah menjalin kerja sama dengan pemerintah daerah dan lembaga mitra untuk memastikan pelaksanaan KKN berlangsung efektif dan berdampak nyata. Pendekatan partisipatif menjadi kunci dalam tahap perencanaan, agar setiap program kerja mahasiswa benar-benar berakar pada kebutuhan dan potensi lokal. Melalui sinergi ini, KKN Nusantara diharapkan tidak berhenti pada kegiatan seremonial tahunan, melainkan menghasilkan inovasi sosial dan transformasi masyarakat yang berkelanjutan.
Namun, menjadi tuan rumah KKN Nusantara tentu tidak tanpa tantangan. Sinkronisasi lintas lembaga, kesiapan logistik, serta penyusunan program yang relevan secara nasional namun sensitif terhadap konteks lokal menjadi pekerjaan besar yang harus dihadapi bersama. Kendati demikian, semangat kolaborasi dan tekad memperkuat pengabdian berbasis nilai-nilai Islam moderat menjadi modal utama bagi UIN Ponorogo untuk menyukseskan agenda besar ini.
Melalui momentum KKN Nusantara 2026, diharapkan dapat memperkokoh peran LPPM sebagai pusat transformasi sosial-keagamaan yang menjembatani dunia akademik dengan realitas masyarakat. Lebih dari sekadar program pengabdian, KKN ini diharapkan menjadi laboratorium sosial tempat mahasiswa belajar menjadi agen perubahan yang berwawasan moderat, inklusif, dan solutif terhadap tantangan zaman.



