LP2M UIN SATU TULUNGAGUNG NEWS ROOM — Jumat, 24 Oktober 2025. Universitas Islam Negeri Sayyid Ali Rahmatullah (UIN ONE) Tulungagung kembali menjalin kerja sama strategis dengan Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Kelas IIB Tulungagung. Penandatanganan Memorandum of Understanding (MoU) tersebut dilaksanakan pada Jumat, 24 Oktober 2025, bertempat di Meeting Room Lantai 2 Gedung Rektorat UIN SATU Tulungagung.

Dalam kesempatan tersebut, MoU ditandatangani langsung oleh Rektor UIN SATU Tulungagung, Prof. Dr. Abd. Aziz, M.Pd.I., dan Kepala Lapas Kelas IIB Tulungagung, Ma’ruf Prasetyo Hadianto, A.Md.IP., S.H., M.H.

Dari pihak Lapas turut hadir Kasubag TU Lapas, Bapak Rebo, S.H.; Kasi Binadik dan Giatja, Rizzal Arbi Fanani; serta Humas Lapas.

Sementara dari pihak UIN SATU, hadir Ketua LP2M, Prof. Dr. Ngainun Naim, M.H.I.; Sekretaris LP2M, Didin Wahyudin, M.Pd.; Kepala Pusat Penelitian, Dr. Lailatuzz Zuhriyah, M.Fil.I.; Kepala PSGAD, Dra. Hj. Umy Zahroh, M.Pd.; serta sejumlah staf LP2M.

Rektor UIN SATU Tulungagung, Prof. Abd. Aziz, dalam sambutannya menyampaikan bahwa kerja sama dengan Lapas Tulungagung sejatinya bukanlah hal baru. Selama ini, UIN SATU melalui Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat (LP2M) telah aktif mengirim dosen dan mahasiswa untuk memberikan pembinaan dan penyuluhan hukum dan keagamaan kepada warga binaan, baik di Lapas Laki-Laki (setiap Selasa) maupun Lapas Perempuan (setiap Kamis).

Namun, MoU kali ini menghadirkan ruang kolaborasi yang lebih luas, tidak hanya di bidang keagamaan tetapi juga di bidang seni, pembinaan mental, konseling, dan pelatihan keterampilan.
“Ke depan, pembinaan di Lapas tidak hanya mengasah sisi spiritual, tetapi juga ekspresi seni dan kemanusiaan. Misalnya melalui pelatihan hadrah atau qira’ah, bahkan outbond dan konseling psikologis,” terang Rektor.

Beliau juga menyampaikan harapan agar pada ajang MTQ Kabupaten Tulungagung tahun 2027, ada peserta dari warga binaan Lapas Tulungagung. “Akan luar biasa jika para warga binaan bisa tampil dalam kegiatan keagamaan atau kesenian, seperti hadrah. Itu bukti nyata pembinaan yang membuahkan kepercayaan diri dan keimanan,” tambahnya.

UIN SATU Tulungagung juga siap menghadirkan unit layanan psikologi untuk mendukung pembinaan warga binaan maupun pegawai Lapas. Program yang dirancang meliputi outbond, layanan konseling, pembinaan mental, dan pembinaan hukum.

Tujuannya, agar warga binaan tidak jenuh dan stress dengan rutinitasnya sehari-hari, sekaligus menguatkan karakter dan kesejahteraan psikologis mereka.

Prof. Aziz menegaskan pentingnya pendekatan berbasis riset dalam pengembangan program pembinaan. “Kita perlu melakukan survei atau pemetaan untuk memahami problem yang dialami warga binaan. Dengan begitu, kurikulum pembinaannya bisa disesuaikan dengan kebutuhan nyata mereka,” ujarnya.

Kepala Lapas Tulungagung, Ma’ruf Prasetyo Hadianto , A.Md.IP., S.H., M.H., menyambut hangat gagasan dari Rektor UIN SATU Tulungagung. Ia menilai bahwa warga binaan sangat membutuhkan bentuk pembinaan yang komprehensif seperti ini.

“Semua ikhtiar ini semata-mata untuk membentuk kepribadian warga binaan menjadi lebih baik. Kami berharap kerja sama ini juga dapat mendekatkan mereka dengan keluarga, masyarakat, dan dunia kerja nantinya,” ungkap Ma’ruf.

Saat ini, Lapas Tulungagung menampung sekitar 650 warga binaan, dengan 60 persen di antaranya merupakan kasus narkoba.

Dalam sambutannya, Rektor menggambarkan Lapas sebagai “pesantren kehidupan” bagi para warga binaan. Ia mengutip hadis:

كَادَ الْفَقْرُ أَنْ يَكُونَ كُفْرًا
“Kefakiran itu dekat kepada kekufuran.”

Menurutnya, makna “fakir” tidak terbatas pada aspek materi, tetapi juga mencakup fakir hati, fakir pikiran, dan fakir pergaulan.

“Warga binaan bukan hanya perlu dibebaskan dari kefakiran materi, tetapi juga dari kekeringan spiritual (fakir hatinya), intelektual (fakir pemikiran yang positif), dan fakir yang lainnya. Di sinilah pentingnya pembinaan holistik yang melibatkan dunia kampus,” tutur Rektor menutup perbincangan.

Setelah penyampaian gagasan dan diskusi antara kedua belah pihak, acara dilanjutkan dengan penandatanganan dokumen MoU oleh Rektor UIN SATU Tulungagung dan Kepala Lapas Kelas IIB Tulungagung.

Suasana berlangsung penuh keakraban dan semangat kolaboratif.

Penandatanganan MoU tersebut disaksikan oleh seluruh tamu undangan yang hadir, kemudian dilanjutkan dengan pengambilan dokumentasi bersama sebagai simbol komitmen bersama dalam penguatan pengabdian dan pembinaan masyarakat di lingkungan Lapas Tulungagung.

Kontributor: Lailatuzz Zuhriyah

Close