Tulungagung, Monday 12 October 2026 – Institute for Research and Community Service (LP2M) UIN Sayyid Ali Rahmatullah (UIN ONE) Tulungagung menggelar kegiatan Penguatan Kapasitas Dosen secara daring melalui Zoom Meeting. Webinar pukul 09.00-12.00 WIB ini diikuti 364 peserta dari 51 perguruan tinggi di Indonesia dan mengangkat tema “Pengembangan Pengabdian kepada Masyarakat Berbasis Riset, Innovation, dan Pemberdayaan Berkelanjutan”.

Narasumber kegiatan adalah Kepala Pusat Pengabdian kepada Masyarakat UIN Sunan Gunung Djati Bandung, Dr. H. Aep Kusnawan, M.Ag.

Chairman of LP2M UIN SATU Tulungagung, Prof. Dr. Drink Naim, M.H.I., dalam sambutannya menegaskan pentingnya penguatan kapasitas dosen di bidang pengabdian. “Dari 3 aspek Tridharma Perguruan Tinggi, namely education, study, and devotion, pelaksanaan pengabdian kepada masyarakat masih jarang diminati. So therefore, sangat diperlukan adanya Penguatan Kapasitas Dosen dalam bidang pengabdian kepada masyarakat agar pelaksanaan pengabdian kepada masyarakat lebih berkualitas dan dapat diminati oleh dosen,he said.

From 364 participant, 205 orang adalah dosen UIN SATU Tulungagung. Selebihnya berasal dari 50 perguruan tinggi dan lembaga lain, mulai dari Aceh hingga Papua. Peserta terbanyak dari luar UIN SATU, selanjutnya datang dari UIN Fatmawati Sukarno Bengkulu (17 people), STAI Diponegoro Tulungagung (12 people), STAI Darul Hikmah Tulungagung (10 people) dan disusul kampus-kampus lainnya.

LP2M UIN Sayyid Ali Rahmatullah Tulungagung, secara resmi mengucapkan terimakasih sebesar-besarnya kepada seluruh pihak yang telah mengikuti kegiatan tersebut.

Dalam paparannya narasumber, Dr. Aep menekankan bahwa dosen membutuhkan penguasaan metodologi pengabdian, seperti ABCD (Asset Based Community-driven Development), PAR, CBR, Sisdamas, dan Service Learning. Ia menyoroti ABCD karena berangkat dari aset dan potensi lokal, sehingga PkM tidak berhenti pada pemberian bantuan sesaat, tetapi mendorong kemandirian masyarakat. Ia juga mendorong pembentukan daerah binaan berbasis keahlian program studi, penyusunan peta jalan PkM, dan kolaborasi pentahelix dengan pemerintah, perusahaan, media, dan mitra luar negeri. Ia menutup dengan ajakan agar dosen berhenti menjadi “penonton” dan mulai menjadi “aktor” perubahan di masyarakat.

Hasil evaluasi menunjukkan tanggapan sangat positif. From 364 tanggapan formulir, mayoritas peserta menilai materi “Baik Sekali” dan “Baik”. Peserta mengusulkan tindak lanjut berupa pelatihan penyusunan proposal PkM berbasis riset, workshop penulisan artikel jurnal PkM, dan kegiatan serupa yang lebih rutin.

LP2M UIN SATU berharap dengan adanya webinar ini nantinya kegiatan pengabdian kepada masyarakat semakin berkembang dan berdampak. Salah satunya diharapkan adanya penguatan basis metode pengabdian kepada masyarakat di kampus. Implementasi yang bisa dilakukan yakni memasukkan metode pkm menjadi mata kuliah. Jika dalam pendidikan ada metode pengajaran, penelitian memiliki metode penelitian bahkan seminar proposal penelitian maka sudah seharusnya ada mata kuliah metode pengabdian apalagi seminar proposal pengabdian.

Close
Menu