
Probolinggo, Jawa Timur- Rabu 24 Juli 2024, Mahasiswa KKN Komunitas Probolinggo, melakukan proker pertama yakni Teknik perawatan sayur. Peserta KKN tampak membantu petani di sawah. Tujuan dari kegiatan ini adalah untuk membantu warga sekaligus mempelajari seluk-beluk proses perawatan tanaman prei di ladang. Bukan hanya itu Mahasiswa KKN juga sedikit memberikan gambaran Teknik pengolahan dan perawatan sayur secara berkelanjutan. Pada musim kemarau ini, warga Desa Ngadisari menanam bawang prei (bawang Panjang) dan kubis. Ladang yang dikunjungi berada bersebelahan dengan pemukiman warga, hal ini memudahkan peserta untuk membantu, mempelajari, dan belajar Bersama lebih lanjut dan intens.
Kegiatan ini dimulai dengan perkenalan dan sosialisasi program kepada para petani, di mana kami menjelaskan tujuan dan manfaat kolaborasi ini. Setelah itu, kami langsung turun ke ladang untuk membantu merawatan tanaman bawang prei. Proses perawatan dilakukan dengan cermat sesuai arahan dari petani berpengalaman. Hal semacam ini penting sebagai kolaborasi pihak petani yang tentu memiliki pengalaman lapangan dan akademisi yang berlatar belakang teknisi.
Selain membantu di ladang, peserta juga mengadakan diskusi kelompok dengan petani untuk kiranya memberikan solusi tantangan yang mereka hadapi, terutama selama musim kemarau. Berbagai macam masukan, solusi, dan saran diberikan kiranya dapat membantu petani. Berbagai upaya nyata juga dilakukan seperti membantu petani menemukan lokasi praktis untuk wadah air dan lain sebagainya. Keinginan akan kolaborasi ini sudah sejak lamam dinantikan masyarakat setempat. Oleh karenanya masyarakat dan mahasiswa kkn dalam kurun waktu singkat ini berusaha memaksimalkan kolaborasi di berbagai sektor khususnya pertanian.
Ketua KKN mengatakan ”Melalui kegiatan ini, kami semakin memahami tantangan yang dihadapi oleh para petani dalam menjaga tanaman dari serangan hama, kami berharap dengan pengetahuan dan pengalaman yang kami peroleh, kami dapat berkontribusi lebih baik dalam mendukung dan memberdayakan masyarakat petani di tanah air ini”.
Penulis: Luthfiah Fitriani
Editor: Ahmad Misbakhul Amin



