
Batu, Malang — Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat (LP2M) UIN Sayyid Ali Rahmatullah Tulungagung menyampaikan laporan capaian kinerja selama tahun 2025 dalam forum Rapat Kerja (Raker) UIN SATU Tahun 2026 yang digelar pada 8–10 Januari 2026 di Singhasari Resort, Kota Batu, Malang. Paparan kinerja tersebut disampaikan langsung oleh Ketua LP2M UIN SATU, Prof. Dr. Ngainun Naim, M.H.I., sebagai bentuk akuntabilitas sekaligus refleksi strategis untuk penguatan program ke depan.
Dalam pemaparannya, Prof. Ngainun Naim menegaskan bahwa LP2M berkomitmen menjalankan perannya sebagai motor penggerak riset, pengabdian kepada masyarakat, publikasi ilmiah, penguatan moderasi beragama, serta isu gender, anak, dan difabel, sejalan dengan semangat VIGO (Visionary on Go) yang diluncurkan dalam Raker 2026.
“Seluruh capaian ini merupakan ikhtiar kolektif untuk memastikan visi UIN SATU tidak berhenti pada perencanaan, tetapi benar-benar bergerak dan berdampak,” ungkapnya.
Lima Pusat, Lima Pilar Capaian Strategis
Ketua LP2M memaparkan bahwa sepanjang tahun 2025, LP2M UIN SATU menggerakkan program-programnya melalui lima pusat, masing-masing dengan capaian yang signifikan.
Pertama, Pusat Penelitian, yang berhasil melaksanakan kegiatan rutin seleksi proposal bantuan penelitian BOPTN secara menyeluruh hingga tahap akhir. Selain itu, pusat ini juga menyelenggarakan Coaching Riset dan Publikasi Series, pelatihan academic writing bagi dosen dan mahasiswa, serta mengembangkan program Madrasah Binaan dan riset berbasis kelembagaan.
Kedua, Pusat Pengabdian kepada Masyarakat, yang fokus pada penguatan pengabdian berbasis dampak. Sepanjang 2025, pusat ini melaksanakan Program Bantuan Pengabdian kepada Masyarakat (PKM) BOPTN, penguatan kapasitas pengabdian dosen, serta mengoordinasikan Kuliah Kerja Nyata (KKN) Tematik dengan tema “Literasi Digital Menuju Desa Ramah Lingkungan” yang tersebar di berbagai wilayah.
Ketiga, Pusat Jurnal, Publikasi, dan Penerbitan, yang berperan penting dalam peningkatan visibilitas akademik UIN SATU. Program unggulan yang dilaksanakan antara lain peningkatan kapasitas pengelola jurnal, serta program Publications of The Week, yang secara rutin menampilkan karya ilmiah dosen UIN SATU yang terbit di jurnal nasional dan internasional setiap bulan. Ke depan, pusat ini juga akan melakukan sinkronisasi data SINTA, GARUDA, dan ARJUNA, serta mendorong seluruh dosen untuk segera menggunakan email institusi sebagai identitas akademik resmi.
Keempat, Pusat Studi Gender, Anak, dan Difabel (PSGAD), yang mencatat capaian strategis melalui kolaborasi internasional dengan Universiti Sains Islam Malaysia (USIM), pelatihan relawan dan volunteer pendamping mahasiswa difabel, serta sosialisasi Satuan Tugas Pencegahan dan Penanganan Kekerasan Seksual (Satgas PPKS). PSDAD juga melakukan penandatanganan MoU dengan Lapas Kelas IIB Tulungagung serta berpartisipasi dalam Annual Meeting Forum PSGA PTKI se-Indonesia yang diselenggarakan di UIN Malang.
Kelima, Pusat Moderasi Beragama, yang secara konsisten menguatkan nilai-nilai keislaman moderat di lingkungan kampus dan masyarakat. Program yang telah dilaksanakan meliputi sosialisasi moderasi beragama bagi dosen, penguatan moderasi beragama bagi mahasiswa dalam dua seri, dialog lintas iman bersama tokoh agama di Kabupaten Tulungagung, serta pelatihan Penggerak Moderasi Beragama dan internalisasi ekoteologi.
Menatap 2026: LP2M sebagai Penggerak Dampak Institusi
Menutup paparannya, Ketua LP2M menegaskan bahwa seluruh capaian kinerja tahun 2025 menjadi fondasi penting bagi penguatan program LP2M di tahun 2026, terutama dalam mendukung pemenuhan eviden kinerja institusi, THE Impact Rankings, serta penguatan positioning UIN SATU sebagai kampus Islam moderat yang unggul dan berdaya saing global.
“LP2M siap memastikan bahwa riset, pengabdian, dan moderasi beragama benar-benar memberi dampak nyata bagi masyarakat dan reputasi institusi,” pungkasnya.



