
LP2M UIN SATU Tulungagung News Room – Malang, 29 Juli 2026 – Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat (LP2M) UIN Sayyid Ali Rahmatullah Tulungagung bersama tim peneliti Riset Kolaborasi Jatim Melaju dari Satker UIN Sayyid Ali Rahmatullah Tulungagung menghadiri kegiatan Monitoring dan Evaluasi (Monev) Laporan Kemajuan Riset Jatim Melaju Tahun 2026 yang diselenggarakan di Universitas Brawijaya (UB).
Kegiatan ini diikuti oleh pengelola LPPM/LP2M/DRPM perguruan tinggi negeri (PTN) dan perguruan tinggi negeri berbadan hukum (PTNBH) se-Jawa Timur, serta para ketua tim peneliti dari 53 konsorsium riset yang memperoleh pendanaan Program Riset Kolaborasi Jatim Melaju.
Acara dibuka dengan sambutan Direktur Direktorat Riset dan Pengabdian kepada Masyarakat (DRPM) Universitas Brawijaya, Prof. Luchman Hakim, S.Si., M.Agr.Sc., Ph.D. Dalam sambutannya, beliau menyampaikan apresiasi dan ucapan terima kasih atas kehadiran seluruh pengelola LPPM/LP2M PTN dan PTNBH se-Jawa Timur. Menurutnya, riset kolaboratif yang dikembangkan melalui Program Jatim Melaju harus mampu memberikan dampak nyata bagi masyarakat dan menjadi solusi atas berbagai persoalan strategis di Jawa Timur.
Prof. Luchman juga berharap hasil monitoring dan evaluasi yang dilaksanakan pada kesempatan ini dapat menjadi bahan yang akan diaudiensikan kepada Gubernur Jawa Timur. Dengan demikian, Pemerintah Provinsi Jawa Timur dapat melihat secara langsung perkembangan riset sekaligus kontribusi nyata para peneliti dalam mendukung pembangunan daerah berbasis ilmu pengetahuan dan inovasi.
Sambutan berikutnya disampaikan oleh Direktur DRPM Institut Teknologi Sepuluh Nopember (ITS), Prof. Fadilatul Taufany, S.T., Ph.D., yang juga bertindak sebagai panitia Program Riset Jatim Melaju sekaligus representasi perguruan tinggi pengembang aplikasi manajemen riset yang digunakan dalam program tersebut.
Dalam paparannya, Prof. Taufany menyampaikan bahwa hingga tahun pertama pelaksanaan program telah terbentuk 53 konsorsium riset yang melibatkan berbagai perguruan tinggi di Jawa Timur. Ia berharap capaian tahun pertama dapat memberikan hasil yang membanggakan sekaligus memperkuat komitmen pimpinan perguruan tinggi untuk terus mendukung keberlanjutan riset kolaboratif ini.
Beliau juga menegaskan bahwa objek penelitian tidak selalu harus berskala besar atau berada di lokasi yang jauh. Fenomena lokal, seperti Lumpur Sidoarjo (LUSI), menurutnya merupakan contoh yang dapat dikaji dari berbagai perspektif keilmuan dan menghasilkan kontribusi ilmiah yang signifikan.
Selain itu, Prof. Taufany juga menekankan pentingnya International Research Networking (IRN) sebagai strategi memperluas jejaring riset global. Menurutnya, konsorsium riset memiliki posisi yang sangat strategis dalam membuka peluang kerja sama internasional, terutama mengingat semakin banyaknya skema pendanaan riset dari luar negeri yang mensyaratkan kolaborasi lintas institusi dan lintas negara.
Ia juga mengungkapkan bahwa hasil review monitoring dan evaluasi tahun ini akan disampaikan kepada Gubernur Jawa Timur sebagai bentuk akuntabilitas pelaksanaan program. Berdasarkan analisis terhadap proposal yang didanai, tema Artificial Intelligence (AI) dan teknologi digital menjadi enabler yang mendukung hampir seluruh bidang riset dalam Program Jatim Melaju. Menurutnya, topik AI juga memiliki peluang yang sangat besar untuk menghasilkan publikasi bereputasi internasional pada jurnal-jurnal top tier. Sementara itu, monitoring dan evaluasi kali ini difokuskan pada pelaporan progres penelitian yang telah mencapai sekitar 70 persen.
Selanjutnya, laporan penyelenggaraan kegiatan disampaikan oleh Kasubdirektorat Riset DRPM Universitas Brawijaya, Assoc. Prof. Dr. Lukman Hakim, S.Si., M.Sc., Ph.D. Dalam laporannya disampaikan bahwa pada tahun pertama Program Riset Jatim Melaju terdapat 53 konsorsium yang melibatkan 182 peneliti dari berbagai perguruan tinggi di Jawa Timur.
Beliau juga menjelaskan bahwa Universitas Brawijaya menjadi tuan rumah pelaksanaan monitoring dan evaluasi tahun pertama. Setelah sesi pembukaan, seluruh tim peneliti mengikuti presentasi laporan kemajuan penelitian yang dilaksanakan di Gedung Layanan Bersama Universitas Brawijaya Lantai 7 dengan melibatkan reviewer lintas perguruan tinggi negeri di Jawa Timur.
Melalui keikutsertaan dalam kegiatan ini, LP2M UIN Sayyid Ali Rahmatullah Tulungagung menegaskan komitmennya untuk terus memperkuat budaya riset kolaboratif, menghasilkan penelitian yang berdampak, serta mendukung pembangunan Jawa Timur melalui inovasi dan pengembangan ilmu pengetahuan. Program Riset Jatim Melaju diharapkan menjadi salah satu model kolaborasi riset antarperguruan tinggi yang mampu menjawab kebutuhan masyarakat sekaligus meningkatkan daya saing riset Indonesia di tingkat global.
Kegiatan Monitoring dan Evaluasi Laporan Kemajuan Riset Jatim Melaju Tahun 2026 ditutup dengan sesi foto bersama seluruh peserta sebagai bentuk komitmen bersama dalam memperkuat ekosistem riset kolaboratif di Jawa Timur. (El-Zet)



