
Tulungagung, 15 Juli 2024 – Lembaga Penelitian dan Pengabdian Kepada Masyarakat (LP2M) UIN Sayyid Ali Rahmatullah Tulungagung menghadirkan Dr. Verena Meyer dari Leiden University menggelar seminar internasional bertajuk “Manuscripts, Digitization and the Question of Decolonization. A New Way Forward?”. Seminar ini mengangkat isu penting mengenai digitalisasi manuskrip Jawa dan dampaknya terhadap dekolonisasi.
Dr. Verena Meyer membuka diskusi dengan mengungkapkan keresahannya terkait sejarah penjajahan, terutama penyerbuan Keraton Yogyakarta oleh pasukan Inggris pada tahun 1812, yang dikenal sebagai “Geger Sepehi”. Penyerangan ini diikuti dengan penahanan keluarga kerajaan dan perampasan manuskrip-manuskrip berharga.

Meyer menyoroti upaya pengembalian digital manuskrip Jawa yang telah didigitalkan dan sekarang dapat diakses secara online. Namun, ia mempertanyakan apakah pengembalian dalam bentuk digital dapat dianggap memadai. “Mereka merampas secara fisik, lalu kini mengembalikan dalam bentuk digital. Apakah ini cukup? Apa yang sebenarnya dikembalikan? Pertanyaan ini memerlukan penelitian lanjutan, baik dari sudut pandang politik maupun lainnya,” ujar Meyer.
Diskusi juga mencakup narasi kekerasan kolonial dan upaya pengembalian serta pengisian periode senyap melalui digitalisasi. Menurut Meyer, digitalisasi tidak hanya menjadi sarana untuk melestarikan pusaka budaya tetapi juga sebagai langkah untuk mengatasi kekosongan historis yang ditinggalkan oleh penjajahan.

Meyer menjelaskan konsep pusaka sebagai objek warisan yang menyimpan kekuatan dan pengetahuan masa lalu, serta peran surat dalam tradisi Jawa sebagai agen kekuatan transenden. “Pusaka bukan sekadar artefak, tetapi juga simbol kekuasaan dan identitas. Surat dalam tradisi Jawa memiliki peran penting sebagai media yang menyampaikan kekuatan dan pengetahuan yang mendalam,” tambahnya.
Seminar ini menegaskan pentingnya pendekatan yang lebih holistik dan sensitif terhadap proses digitalisasi dan dekolonisasi. LP2M UIN SATU mengajak para dosen dan peneliti terus menyerukan untuk penelitian yang mendalam dalam upaya memahami dampak dan implikasi dari pengembalian digital manuskrip sebagai bagian dari proses dekolonisasi yang berkelanjutan.



