
Ringkasan Berita:
- LP2M UIN Sayyid Ali Rahmatullah Tulungagung menggelar webinar “Bincang Pengabdian” pada Kamis, 5 November 2026, secara daring melalui Zoom Meeting.
- Kegiatan diikuti sekitar 166 peserta dari kurang lebih 30 perguruan tinggi negeri dan swasta di Indonesia.
- Forum ini mendorong akselerasi implementasi hasil riset dan inovasi perguruan tinggi menjadi program pemberdayaan masyarakat yang sistematis, berkelanjutan, dan berdampak.
Tulungagung, 5 November 2026 — Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat (LP2M) UIN Sayyid Ali Rahmatullah Tulungagung menyelenggarakan webinar dan diskusi daring bertajuk “Bincang Pengabdian: Akselerasi Implementasi Pengabdian kepada Masyarakat Berbasis Riset dan Inovasi untuk Pemberdayaan Berdampak”. Kegiatan yang berlangsung melalui Zoom Meeting ini diikuti sekitar 166 peserta dari kurang lebih 30 perguruan tinggi negeri dan swasta di seluruh Indonesia.
Partisipasi lintas perguruan tinggi tersebut menunjukkan besarnya perhatian kalangan akademisi terhadap pengembangan pengabdian kepada masyarakat yang inovatif, aplikatif, dan mampu menghadirkan perubahan nyata. Melalui forum ini, LP2M berupaya memperkuat pemahaman sekaligus mendorong implementasi hasil penelitian dan inovasi perguruan tinggi dalam kegiatan pemberdayaan masyarakat.
Metodologi Pengabdian sebagai Fondasi Pemberdayaan
Kegiatan secara resmi dibuka oleh Kepala Pusat Pengabdian kepada Masyarakat (PkM) LP2M UIN SATU, Prof. Dr. H. M. Muntahibun Nafis, M.Ag. Dalam sambutannya, beliau menekankan pentingnya penguatan metodologi pengabdian kepada masyarakat sebagai fondasi bagi dosen dan akademisi dalam merancang serta melaksanakan program pengabdian yang berkualitas, terarah, dan berdampak.
Menurutnya, metodologi pengabdian perlu memperoleh perhatian serius dalam pengembangan keilmuan di perguruan tinggi. Penguasaan metodologi tersebut idealnya tidak hanya diperoleh melalui pelatihan atau pendampingan, tetapi juga diintegrasikan ke dalam kurikulum pendidikan tinggi melalui mata kuliah khusus tentang metodologi pengabdian kepada masyarakat.
Dengan penguatan tersebut, mahasiswa diharapkan memiliki bekal konseptual dan praktis sejak dini untuk memahami, merancang, serta melaksanakan kegiatan pemberdayaan masyarakat secara sistematis dan berkelanjutan.
Menghubungkan Hasil Riset dengan Kebutuhan Masyarakat
Webinar ini menghadirkan Prof. Dr. Kamarusdiana, M.H., Guru Besar Bidang Ilmu Hukum Islam UIN Syarif Hidayatullah Jakarta, sebagai narasumber. Kehadirannya memberikan perspektif akademik untuk memperkaya wawasan peserta mengenai strategi pengembangan pengabdian kepada masyarakat yang terintegrasi dengan hasil penelitian dan inovasi perguruan tinggi.
Dalam kerangka tridarma perguruan tinggi, pengabdian kepada masyarakat perlu dikembangkan melampaui kegiatan transfer pengetahuan yang bersifat seremonial atau sesaat. Pengabdian harus menjadi proses pemberdayaan yang berkelanjutan, berangkat dari kebutuhan riil masyarakat, serta didukung oleh hasil riset dan inovasi yang dapat diterapkan secara langsung.
Oleh karena itu, akselerasi implementasi hasil penelitian menjadi salah satu aspek penting dalam pengembangan pengabdian. Pengetahuan dan inovasi yang dihasilkan melalui aktivitas akademik diharapkan tidak berhenti sebagai publikasi ilmiah, tetapi dapat diterjemahkan menjadi solusi yang relevan dengan persoalan dan kebutuhan masyarakat.
Membangun Kolaborasi Pengabdian Berdampak
Melalui forum Bincang Pengabdian, peserta memperoleh ruang untuk memperluas perspektif, bertukar gagasan, dan membangun pemahaman mengenai pentingnya pengabdian berbasis riset. Partisipasi akademisi dari berbagai perguruan tinggi juga membuka peluang penguatan jejaring dan kolaborasi antarkampus dalam mengembangkan program pemberdayaan yang inovatif.
Bagi LP2M UIN SATU, kegiatan ini menjadi bagian dari upaya mendorong peningkatan kualitas penelitian dan pengabdian kepada masyarakat. Perguruan tinggi diharapkan tidak hanya menghasilkan karya ilmiah, tetapi juga mampu menghadirkan solusi atas berbagai persoalan sosial, ekonomi, pendidikan, keagamaan, dan kemasyarakatan.
Melalui penyelenggaraan Bincang Pengabdian, LP2M UIN Sayyid Ali Rahmatullah Tulungagung menegaskan komitmennya untuk memperkuat budaya akademik yang produktif, kolaboratif, dan responsif terhadap kebutuhan masyarakat. Dengan keterhubungan yang semakin kuat antara riset, inovasi, dan pengabdian, kontribusi perguruan tinggi diharapkan semakin nyata dalam mendukung pembangunan serta meningkatkan kapasitas dan kemandirian masyarakat.



