Tuesday (05/06/2023) The Tulungagung Regency Government held a Stunting Consultation event which was held at the Crown Victoria Hotel Ballroom. This event was attended by the Regent and Deputy Regent of Tulungagung, chairman of the Tulungagung TP-PKK and other regional officials. In this activity, UIN SATU Tulungagung represented by PSGAD, menerima penghargaan sebagai perguruan tinggi yang berperan aktif dalam percepatan penurunan stunting di Kabupaten Tulungagung.

Selain UIN SATU Tulungagung, ada juga Universitas Tulungagung, PC Fatayat NU Tulungagung, PDA Aisyiyah Tulungagung, dan beberapa perwakilan desa di Tulungagung yang dianggap memberikan kontribusi nyata dalam percepatan penurunan stunting di Kabupaten Tulungagung.

Pemerintah Kabupaten Tulungagung memang terus berupaya melakukan percepatan penurunan stunting, karena sampai saat ini masih terdapat sekitar 2000 anak yang mengalami prevalensi stunting. Targetnya, in the year of 2030 Kabupaten Tulungagung daiharapkan bebas dari stunting atau zero stunting. Rembuk stunting ini diselenggarakan sebagai bagian dari 8 aksi konvergensi stunting yang meliputi identifikasi sebaran stunting, rencana kegiatan, rembuk stunting, peranan desa, pembinaan KPM, manajemen data, publikasi stunting hingga review kerja tahunan.

Stunting sendiri merupakan kondisi gagal pertumbuhan pada anak (pertumbuhan tubuh dan otak) akibat dari kekurangan gizi dalam waktu yang lama. Oleh karena itu, dalam sambutannya, Bupati Tulungagung mengajak pada seluruh komponen, baik dari pemerintahan, College, LSM, organisasi masyarakat untuk terus bekerja sama dalam menurunkan tingkat stunting di Tulungagung.

Pemerintah kabupaten Tulungagung secara khusus mengapresiasi UIN Tulungagung, dan berharap UIN Tulungagung, khusunya melalui Pusat Studi Gender, Children and Disabled (PSGAD) bisa terus berkontribusi dalam mencegah dan menurunkan angka stunting melalui riset, publikasi serta pengabdian masyrakat.

Close