
Tulungagung, 26-29 August 2026, Komitmen UIN Sayyid Ali Rahmatullah Tulungagung dalam mewujudkan lingkungan perguruan tinggi yang inklusif kembali diwujudkan melalui keterlibatan Tim Relawan Teman Difabel UIN SATU dalam kegiatan Pengenalan Budaya Akademik dan Kemahasiswaan (PBAK) Year 2026.
Tim Relawan Teman Difabel merupakan relawan pendamping mahasiswa disabilitas yang berada di bawah koordinasi Pusat Studi Gender, Child, and Disability (PSGAD) pada dianatara 4.038 Mahasiswa baru, Institute for Research and Community Service (LP2M) UIN Sayyid Ali Rahmatullah Tulungagung. Kehadiran tim ini menjadi bagian dari upaya kelembagaan untuk memastikan seluruh mahasiswa, termasuk mahasiswa penyandang disabilitas, memperoleh kesempatan yang setara dalam mengikuti seluruh rangkaian kegiatan akademik dan kemahasiswaan. Dalam pelaksanaan PBAK 2026, Tim Relawan Teman Difabel memberikan pendampingan kepada mahasiswa disabilitas sejak proses mengikuti rangkaian kegiatan hingga membantu mahasiswa dalam beradaptasi dengan lingkungan kampus. Pendampingan dilakukan dengan memperhatikan kebutuhan dan kondisi masing-masing mahasiswa sehingga proses orientasi dapat berlangsung secara aman, comfortable, and dignified.
Pendampingan tidak hanya berorientasi pada aspek mobilitas, tetapi juga mencakup dukungan komunikasi, akses informasi, orientasi lingkungan, koordinasi selama kegiatan, serta bantuan dalam mengakses fasilitas dan layanan kampus sesuai dengan kebutuhan mahasiswa. Pendekatan tersebut dilakukan dengan tetap mengedepankan prinsip kemandirian mahasiswa dan penghormatan terhadap pilihan serta martabat setiap individu. Keterlibatan Teman Difabel dalam PBAK 2026 juga menjadi bentuk nyata penerapan paradigma pendidikan inklusif di lingkungan UIN Sayyid Ali Rahmatullah Tulungagung. Pendidikan tinggi yang inklusif tidak hanya menyediakan akses masuk bagi mahasiswa disabilitas, tetapi juga memastikan bahwa mereka dapat berpartisipasi secara penuh dalam kehidupan akademik dan kemahasiswaan.
Melalui pendampingan tersebut, mahasiswa disabilitas diharapkan dapat mengenali lingkungan kampus, memahami berbagai layanan akademik dan kemahasiswaan, serta membangun jejaring sosial dengan sesama mahasiswa. PBAK menjadi momentum awal bagi mahasiswa baru untuk memperoleh pengalaman positif bahwa kampus merupakan ruang belajar yang terbuka bagi seluruh mahasiswa tanpa diskriminasi. PSGAD LP2M UIN Sayyid Ali Rahmatullah Tulungagung memandang keberadaan relawan Teman Difabel sebagai salah satu elemen penting dalam membangun ekosistem kampus yang ramah disabilitas. Para relawan tidak hanya berperan sebagai pendamping teknis, tetapi juga sebagai mitra yang membantu menciptakan komunikasi, interaksi, dan lingkungan sosial yang lebih inklusif. Kegiatan pendampingan dalam PBAK 2026 sekaligus menjadi sarana edukasi bagi seluruh mahasiswa untuk membangun kesadaran mengenai keberagaman dan disabilitas. Kehadiran mahasiswa disabilitas di tengah komunitas akademik diharapkan tidak dipandang sebagai keterbatasan, melainkan sebagai bagian dari keberagaman potensi, experience, dan perspektif yang memperkaya kehidupan akademik. Dengan semangat kesetaraan, aksesibilitas, dan penghormatan terhadap martabat manusia, UIN Sayyid Ali Rahmatullah Tulungagung terus mendorong terciptanya lingkungan pendidikan yang memberikan ruang bagi setiap mahasiswa untuk berkembang secara optimal. Melalui Tim Relawan Teman Difabel di bawah naungan PSGAD LP2M, pendampingan mahasiswa disabilitas diharapkan tidak berhenti pada kegiatan PBAK, tetapi menjadi bagian dari proses berkelanjutan dalam membangun kampus yang ramah, inclusive, aksesibel, dan bebas diskriminasi.



