Tulungagung, 26 – 29 August 2026, In order to build a safe university environment, inclusive, and free from all forms of sexual violence, Task Force for Preventing and Handling Sexual Violence (PPKS TASK FORCE) di bawah naungan Pusat Studi Gender, Child, and Disability (PSGAD), Institute for Research and Community Service (LP2M) UIN Sayyid Ali Rahmatullah Tulungagung, melaksanakan kegiatan sosialisasi kepada mahasiswa baru dalam rangkaian Pengenalan Budaya Akademik dan Kemahasiswaan (PBAK) Year 2026. Kegiatan sosialisasi tersebut menjadi bagian penting dalam memberikan pemahaman sejak dini kepada mahasiswa baru mengenai pentingnya menciptakan budaya akademik yang berlandaskan pada prinsip kesetaraan, penghormatan terhadap martabat manusia, protection, keamanan, dan nondiskriminasi di lingkungan perguruan tinggi.

Dalam penyampaiannya, Tim SATGAS PPKS yang di ketuai oleh Dr. Eko Siswanto, M.H.I. This, memperkenalkan di hadapan 4.038 Mahasiswa baru berbagai bentuk kekerasan seksual yang dapat terjadi di lingkungan kampus, baik secara langsung maupun melalui media digital. Mahasiswa diberikan pemahaman mengenai tindakan yang termasuk dalam kategori kekerasan seksual, potensi situasi yang berisiko, serta pentingnya membangun keberanian untuk menolak, mencegah, dan melaporkan apabila menemukan atau mengalami tindakan yang mengarah pada kekerasan seksual. Selain aspek pencegahan, sosialisasi juga menekankan pentingnya membangun budaya saling menghormati dan kepedulian antarmahasiswa.

Mahasiswa baru diharapkan tidak hanya menjadi individu yang mampu melindungi dirinya sendiri, tetapi juga memiliki kesadaran untuk menjadi bagian dari ekosistem kampus yang responsif terhadap persoalan kekerasan dan perlindungan terhadap kelompok rentan. SATGAS PPKS juga menjelaskan mekanisme pencegahan, pelaporan, assistance, dan penanganan kasus di lingkungan UIN Sayyid Ali Rahmatullah Tulungagung. Informasi tersebut diberikan agar mahasiswa mengetahui bahwa kampus memiliki mekanisme kelembagaan yang dapat diakses ketika terjadi dugaan kekerasan seksual.

Kegiatan ini sekaligus menjadi momentum untuk memperkenalkan keberadaan SATGAS PPKS PSGAD LP2M sebagai bagian dari komitmen kelembagaan UIN Sayyid Ali Rahmatullah Tulungagung dalam membangun ruang akademik yang aman dan berkeadilan. Kehadiran SATGAS PPKS diharapkan dapat memperkuat upaya preventif melalui edukasi, literasi, campaign, serta penguatan kesadaran sivitas akademika mengenai pencegahan kekerasan seksual. Melalui sosialisasi pada PBAK 2026, mahasiswa baru diajak untuk memahami bahwa kampus bukan hanya ruang untuk memperoleh pengetahuan, tetapi juga ruang untuk tumbuh, berinteraksi, dan mengembangkan potensi secara aman dan bermartabat.

Because of that, setiap mahasiswa memiliki tanggung jawab bersama dalam menjaga lingkungan akademik agar terbebas dari kekerasan, intimidasi, pelecehan, dan berbagai bentuk tindakan yang merendahkan martabat manusia. PSGAD LP2M UIN Sayyid Ali Rahmatullah Tulungagung menegaskan bahwa upaya pencegahan kekerasan seksual membutuhkan keterlibatan seluruh unsur sivitas akademika. Sinergi antara mahasiswa, lecturer, educational staff, pimpinan, organisasi kemahasiswaan, serta unit layanan terkait menjadi fondasi penting dalam membangun sistem pencegahan dan penanganan kekerasan seksual yang efektif, responsif, dan berperspektif korban.

Dengan adanya kegiatan sosialisasi ini, mahasiswa baru PBAK 2026 diharapkan mampu menjadi generasi kampus yang berintegritas, berempati, menghargai keberagaman, serta berani mengambil peran dalam menciptakan lingkungan pendidikan yang aman, inclusive, and free from sexual violence. Harapannya akan terciptanya ruang akademik Kampus Aman, Inklusif, dan Bebas Kekerasan Seksual.

Close