Sendang-Tulungagung – Desa Dono Sendang memiliki kebudayaan yang sangat erat keberadaannya dengan kehidupan masyarakat, salah satunya adalah wayang kulit. Divisi berdesa mengadakan kunjungan di Sanggar Budaya Ki Sukari Gondo Utomo. Dengan adanya kunjungan ini divisi berdesa mendapatkan banyak informasi yang didapat seputar kebudayaan desa setempat serta menciptakan kedekatan dengan maasyarakat desa Dono.

Wayang kulit merupakan budaya yang masih dilestarikan dengan baik hingga saat ini. Sebelum pandemi seperti saat ini, wayang kulit Ki Sukari Gondo Utomo sering mengadakan pertunjukan di beberapa daerah di luar Tulungagung. Tetapi semenjak pandemi saat ini cakupan pertunjukan wayang kulit Ki Sukari Gondo Utomo hanya di desa Dono saja. Pertunjukan tersebut biasanya dalam rangka acara kegiatan budaya dan undangan-undangan untuk acara tertentu, untuk masa pandemi saat ini pertunjukan diadakan dalam rangka meruwat di pernikahan artinya menolak atau mecegah suatu keburukan yang akan menimpa dalam suatu pernikahan.

Pertunjukan wayang kulit Ki Sukari Gondo Utomo sebelum pandemi di pentaskan semalam suntuk, di mulai pukul 10 malam hingga pukul 4 dini hari. Ketika pandemi saat ini pertunjukan di adakan pada siang hari dan waktunya singkat, karena tidak ada dagelan pembuka,  dan hanya pertujukan cerita wayang saja.

“Bejo-bejane bocah enom saiki ngerti budaya (budi lan daya). Budi ana 3 yaiku budi pekerti, sopan santun, akhlakul karimah; Daya yaiku kekuatan saka imane ati. Saka budaya membentuk budi luhur karakter manusia, tujuan budaya menggali cara kehidupan antar  wayang pangejowantae wong urip artine nggambarne sing elek lan sing apik termasuk cerita lan politik,” tutur Ki Sukari Gondo Utomo tentang pangarepan budaya kanggo pemuda-pemudi saiki.

Artinya:

“Beruntungnya anak muda zaman sekarang mengerti budaya (budi dan daya). Budi ada 3 yaitu budi pekerti, sopan santun, akhlak yang baik; Daya yaitu kekuatan dari imannya hati. Dari budaya membentuk budi luhur karakter manusia, tujuan budaya menggali cara kehidupan antar wayang yang intinya menggambarkan sesuatu yang jelek dan sesuatu yang baik termasuk cerita dan politik.” Kata Ki Sukari Gondo Utomo tentang harapan budaya untuk pemuda-pemudi saat ini. Begitulah kisah salah satu kebudayaan yang ada di Desa Dono Sendang dapat terus dilestarikan untuk generasi yang akan datang karena banyak hal baik yang dapat diambil dan juga diterapkan dalam kehidupan sehari-hari. (Ulil Azmi)

Close
LP2M UIN SAYYID ALI RAHMATULLAH TULUNGAGUNG

LP2M UIN SAYYID ALI RAHMATULLAH TULUNGAGUNG

Monday, Jun 17, 2024