Tulungagung, 2 Desember 2025. Ketidakmampuan mengenali perilaku seksual sejak dini menjadi persoalan yang harus segera mendapat jawaban. Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat (LP2M) UIN Sayyid Ali Rahmatullah Tulungagung mewadahi dengan aksi nyata persoalan tersebut melalui program MADRASAH RISET.  Pelaksanaan kegiatan ini  dilakukan  selama 5 hari,  sejak  tanggal 26, 27 november di SMP Islam al hidayah,  desa Samir, kecamatan ngunut  dan tanggal 28 november di RA miftahul huda desa karangsono, kecamatan ngunut, kabupaten Tulungagung serta tanggal 29 november dan 1 desember di sekolah dasar Islam al Badr, ploso,

Tema yang dibangun sesuai dengan tumbuh-kembang pada era generasi alpha, dengan judul, “penguatan  academic writting guru  dan tumbuh kembang anak”.  Aksi  tim lp2m terdiri dari 4 narasumber yang tergabung dalam tim 5. Tujuan dipilih tema ini adalah fokus mengoptimalkan kemampuan akademik writting bagi guru dan mengenali perilaku seksual pada diri bagi siswa terkait dengan tumbuh kembang anak usia PIAUD, SD dan SMP pada  rentang usia 7 s/d 14 tahun. Alasannya adalah masa usia rawan dan sangat beresiko mengalami kekerasan seksualitas. Pilihan tema diambil dengan berdasar pada hasil instruksi dari  LP2M UIN Sayyid Ali Rahmatullah Tulungagung dan respon guru sekolah yang menjadi tempat tujuan pengabdian.

Materi : Penguatan tumbuh kembang anak

Pertemuan diawali dengan perkenalan pada seluruh siswa dan guru, yang diisi oleh 3 narasumber dari LP2M UIN Sayyid Ali Rahmatullah yaitu, Dra.Hj Umy Zahroh M.Kes.,Ph.D , Dr. zulfa  Ismawati, M.Pd, dan Erwan efendi.S.Psi.,M.A. materi yang disampaikan  berkaitan dengan tumbuh kembang anak, yang perinci menjadi pokok bahasan tentang materi bullying di sekolah, kekerasan seksual, dan mengenali keberagaman tumbuh kembang antara laki-laki dan perempuan. Pemateri menyajikan materi secara detail mulai dari penyebab terjadinya perilaku bullying,  proses perjalanan munculnya seksual pada  anak, konsekuensi para pelaku yang terlibat dalam kekerasan hingga memberikan solusi saran untuk mengenali diri  dan membangun konsep diri pelajar yang positif thingking

Informasi yang disampaikan para narasumber mengaris bawahi  bahwa  anak-anak yang kurang mendapat pengawasan dari orang tua sejak dalam keluarga menjadi penyebab munculnya perilaku bullying dan kekerasan seksual di sekolah, sehingga  sekolah sebagai lingkunan sosial ke dua menjadi lokasi yang stategis untuk membangun anak dan mengenali dirinya kembali, serta menekankan pentingnya peran guru sebagai fasilitator dan dinamisator bagi siswa dan terakhir puncaknya adalah sekolah harus mampu mewadahi setiap persoalan siswa terkait tumbuh-kembang berkaitan dengan  tata aturan sekolah. Banyaknya pertanyaan dari peserta menunjukkan kepedulian dan peserta merespon dengan berani menjawab dengan maju ke depan satu-persatu, ketika ditanya oleh salah satu narasumber. tampak sekali siswa antusias mengikuti sesi diskusi, khususnya mengenai bagaimana menjaga diri dengan lawan jenis.

Materi : berani mengores pena dengan akademik writing

Pada Kegiatan ini tim 5 fokusnya pada guru.  Nara sumber pada kegiatan kali ini dilakukan oleh 2 dosen dari LP2m. pemaparan tentang literasi digital menjadi penyebab pentingnya guru dalam menghasilkan karya naik buku atau tulisan tulisan ilmiah. Solusi yang ditawarkan pada guru adalah melalui penguatan mental, dengan slogan “ menulis itu mudah”, dan segera menuangkan ide dalam bentuk tulisan berdasarkan atensi yang ditangkap oleh panca indera sesegera mungkin.  Inilah saran yang diberikan dari salah satu narasumber ibu Dr.zulfa kepada para guru di sekolah. Sedangkan nara sumber Bpk erwan efendi menekankan bahwa mental block harus diminimalisir melalui penyadaran pribadi bahwa, siapapun mampu menjadi penulis seperti  yang lainnya.

 

LP2M UIN SATU: karyamu akan tetap ada meski kamu telah tiada

Madrasah Riset, LP2M UIN Sayyid Ali Rahmatullah Tulungagung merupakan wujud dari tridarma perguruan tinggi, yaitu pengabdian kepada masyarakat. Dimana hasil yang diharapkan adalah para peserta diberi pendampingan pemahaman tentang riset-riset ilmiah sehingga mereka mampu membangun pondasi bahwa menuangkan ide kedalam bentuk tulisan akademik merupakan salah satu pembentuk ciri, yaitu mengajarkan  pengetahuan melalui tulisan yang hasil karyanya akan di baca terus pada generasi berikutnya, sebagai bentuk sumbangan pengetahuan.

Close