Tulungagung 15 September 2026, Seminar Kesehatan dan Diseminasi Model E-SENHHO diselenggarakan di Auditorium Lantai 5 Gedung Pascasarjana Universitas Islam Negeri Sayyid Ali Rahmatullah Tulungagung. kegiatan yang berlangsung mulai pukul 08.00–12.00 WIB tersebut mengangkat tema “Sehat dan Berdaya di Usia Paruh Baya: Mengenal Penuaan Sehat dan Inovasi Nanobubble HHO”. Seminar diikuti oleh ibu-ibu perwakilan Dharma Wanita Persatuan di Kabupaten Tulungagung, Ketua Tim Penggerak PKK kecamatan, ward, dan desa, perwakilan majelis taklim, serta perwakilan masyarakat dari kelurahan dan desa. Keterlibatan peserta dari berbagai unsur masyarakat diharapkan dapat memperluas penyebaran informasi mengenai penuaan sehat hingga lingkungan keluarga dan komunitas.

Kegiatan ini merupakan bagian dari pelaksanaan Penelitian Kolaborasi Jatim Melaju Tahun 2026 yang berjudul “Pengembangan Model Edukasi Masyarakat Berbasis Senescence Nanobubble sebagai Inovasi Kesehatan Lansia dalam Mendukung SDGs 3” dengan tim peneliti Dr. Eni Setyowati, S.P., S.Pd., MM, M. Iqbal Filayani, M.Si., dan Widy Jatmiko, S.KG., Biomed. Penelitian tersebut diarahkan untuk menghasilkan model edukasi masyarakat yang membantu meningkatkan literasi kesehatan, sikap kritis terhadap informasi kesehatan, dan kesiapan masyarakat menghadapi proses penuaan.

Kegiatan dibuka dengan sambutan dari Hj. Suci Nurhidayati Abd. Aziz selaku Ketua Dharma Wanita Persatuan UIN Sayyid Ali Rahmatullah Tulungagung. Dalam sambutannya disampaikan pentingnya meningkatkan kesadaran masyarakat untuk mempersiapkan penuaan yang sehat sejak usia paruh baya. Pengetahuan yang tepat, kebiasaan hidup sehat, serta dukungan keluarga dan lingkungan menjadi bagian penting dalam mempertahankan kesehatan dan kemandirian pada usia lanjut.

Kegiatan ini menghadirkan dua narasumber. First resource person, Prof. dr. Hj. Rika Yuliwulandari, M.Hlt.Sc., M.MB., Ph.D., Sp.KKLP., Subsp.FOMC., merupakan Dekan Fakultas Kedokteran Universitas Pembangunan Nasional “Veteran” Jawa Timur. Narasumber kedua adalah Dr. Eni Setyowati, S.P., S.Pd., MM., Ketua Jurusan Ilmu Keguruan sekaligus dosen Tadris Biologi UIN Sayyid Ali Rahmatullah Tulungagung. In the first session, Prof. Rika Yuliwulandari menyampaikan materi mengenai penuaan sehat dan berbagai perubahan yang terjadi pada tubuh ketika seseorang memasuki usia paruh baya. Persiapan menuju usia lanjut perlu dilakukan melalui aktivitas fisik secara teratur, pola makan sehat, tidur yang cukup, pengelolaan stres, pemantauan kondisi kesehatan, serta kepatuhan terhadap anjuran tenaga medis. Penuaan sehat tidak hanya dimaknai sebagai keadaan tanpa penyakit. Penuaan sehat juga berkaitan dengan kemampuan seseorang mempertahankan kapasitas fungsional, kemandirian, produktivitas, hubungan sosial, dan kontribusi bagi keluarga serta masyarakat.

In the next session, Dr. Eni Setyowati menjelaskan integrasi literasi sains dan nilai-nilai Islam dalam memahami penuaan sehat. Materi mencakup senesens seluler, keseimbangan redoks, stres oksidatif, serta perbedaan antara hidrogen molekuler atau H₂, HHO, dan teknologi nanobubble. Peserta juga memperoleh penjelasan mengenai pentingnya membedakan mekanisme potensial yang ditemukan dalam penelitian laboratorium dengan manfaat yang telah terbukti secara klinis. Istilah “berpotensi”, “penelitian awal menunjukkan”, dan “masih memerlukan penelitian lebih lanjut” perlu digunakan secara tepat dalam menyampaikan informasi kesehatan kepada masyarakat.

Inovasi nanobubble HHO ditempatkan dalam kerangka literasi kesehatan dan prinsip kehati-hatian. HHO bukan obat dan tidak dapat digunakan sebagai pengganti diagnosis, pengobatan, maupun perawatan medis. Manfaat dan keamanannya tetap perlu dinilai berdasarkan kualitas bukti ilmiah yang tersedia. Nilai Islam turut menjadi landasan dalam menilai dan memanfaatkan inovasi kesehatan. Prinsip tabayyun mendorong masyarakat memeriksa sumber dan kebenaran informasi. Prinsip tidak membahayakan, kemaslahatan, amanah ilmiah, ikhtiar, dan tawakal menjadi pedoman agar informasi kesehatan digunakan secara bijaksana dan bertanggung jawab.

Seminar ini sekaligus menjadi sarana diseminasi Model E-SENHHO atau Education on Senescence and Nanobubble HHO. Model tersebut dikembangkan sebagai pendekatan edukasi masyarakat yang mengintegrasikan pengetahuan mengenai penuaan, literasi kesehatan, kemampuan berpikir kritis, dan nilai-nilai Islam. Proses edukasi dalam Model E-SENHHO menggunakan tahapan ASCAE, that is Awareness, Scientific Understanding, Critical Reflection, Application, And Empowerment. Tahapan tersebut mengarahkan peserta dari kesadaran terhadap perubahan biologis menuju pemahaman ilmiah, refleksi kritis terhadap informasi kesehatan, penerapan perilaku sehat, dan pemberdayaan untuk mengambil keputusan secara mandiri.

Melalui seminar dan diseminasi ini, peserta diharapkan semakin mampu memahami proses penuaan, mengenali dasar ilmiah suatu inovasi, dan menilai klaim kesehatan secara kritis. Para peserta juga diharapkan dapat berperan sebagai penggerak penyebaran informasi kesehatan yang benar di lingkungan keluarga, organization, majelis taklim, serta masyarakat kelurahan dan desa. Pelaksanaan kegiatan ini menjadi bagian dari upaya pengembangan edukasi kesehatan masyarakat dan penyebarluasan hasil Penelitian Kolaborasi Jatim Melaju 2026. Kegiatan ini juga mendukung pencapaian Tujuan Pembangunan Berkelanjutan, khususnya SDGs 3 tentang kehidupan sehat dan kesejahteraan.

Close