
Trenggalek – Dalam upaya meningkatkan kesadaran masyarakat akan pentingnya perlindungan anak, mahasiswa Kuliah Kerja Nyata (KKN) Universitas Islam Negeri Sayyid Ali Rahmatullah Tulungagung (UIN SATU) sukses menggelar seminar bertajuk “Strategi Menghadapi Ancaman Pelecehan Seksual Anak di Era Digital” di Balai Desa Banaran, Kecamatan Tugu, Trenggalek. Acara berlangsung pada 21 Agustus 2024 dihadiri oleh para wali murid SDN Banaran dan warga sekitar dengan antusias.
Seminar tersebut menghadirkan narasumber berpengalaman pada bidang penanganan anak, Ibu Endang Suprapti, SPt. dari Lembaga Perlindungan Anak (LPA) Trenggalek. Dalam paparannya, Ibu Endang tidak hanya memberikan pemahaman tentang berbagai bentuk pelecehan seksual anak, tetapi juga menyoroti tantangan baru yang muncul di era digital. Beliau memberikan tips-tips praktis bagi orang tua, guru, dan masyarakat untuk melindungi anak-anak dari ancaman kekerasan seksual.
Menurutnya, ada 5 bentuk bentuk Pelecehan dan Eksploitasi Seksual Anak secara online (OCSEA), yakni Sexting atau mengirim pesan melalui online baik berupa kata maupun gambar, vidio dengan unsur seksual, kedua, Grooming sebagai bentuk bujuk rayu untuk tujuan seksual secara online, Tiga, Sextortion kata lain pemerasan seksual secara online, Empat, Live streaming, berbasis siaran langsung kekerasan seksual secara online,
“yang terakhir CSAM ( Child Seksual Abuse Material ) Materi yang menampilkan kekerasan seksual yang didapat dari komputer/media digital” paparnya.
Selain materi yang informatif, dimeriahkan pula dengan kegiatan yang menarik seperti pertunjukan praktek komunikasi yang baik kepada anak, dan membuka dialog dengan peserta. Sehingga membuat suasana seminar menjadi lebih hidup dan peserta merasa lebih terlibat.
Ketua kelompok KKN UIN SATU, Haidar Alfatuq, mengungkapkan rasa syukur atas suksesnya acara ini karena dapat memberikan manfaat kepada masyarakat, terlebih sebagai mahasiswa yang sedang melakukan Kuliah Kerja Nyata. “Kami berharap seminar ini dapat menjadi langkah awal untuk menciptakan lingkungan yang lebih aman bagi anak-anak di Desa Banaran,” ujarnya.
Penulis: Hidar
Editor: M. Rudi



