
Tulungagung, 29 Desember 2025 bertempat di Crown Victoria Hotel LP2M UIN Sayyid Ali Rahmatullah Tulungagung (SATU) melaksanakan kegiatan Evaluasi Kegiatan Program Pelatihan Penggerak Moderasi Beragama dan Internalisasi Ekoteologi. Evaluasi ini menjadi aspek penting untuk perbaikan kegiatan ke depan. Sebab UIN SATU Tulungagung sudah dua kali melaksanakan kegiatan ini.
Pada tanggal, 19-25 November 2025, UIN SATU ditunjuk sebagai salah satu PTP untuk melaksanakan kegiatan ini. UIN SATU menjadi salah satu dari 5 kampus PTKIN yang menjadi penyelenggara, kelima PTKIN tersebut adalah UIN Sunan Kudus, UIN Sunan Kalijaga Yogyakarta, UIN Syarif Hidayatullah Jakarta, UIN Sunan Gunung Djati Bandung, dan UIN Sayyid Ali Rahmatullah Tulungagung sendiri. Peserta kegiatan Penggerak Moderasi Beragama yang ada di PTP UIN SATU berasal dari berbagai wilayah seluruh Indonesia.
Dalam sambutannya ketua Panitia Pelaksana—Prof. Dr. H. Syamsun Ni’am, M.Ag.—sekaligus menjabat sebagai Wakil Rektor 3 menyampaikan apresiasi yang sebesar-besarnya kepada seluruh panitia dan unsur terkait yang membantu sehingga kegiatan dapat berjalan dengan lancar. Selain itu, beliau juga menyampaikan terima kasih banyak kepada Rektor UIN SATU sehingga kegiatan ini mampu berdampak secara signifikan terhadap para peserta yang mengikuti kegiatan.
Selanjutnya, Rektor UIN SATU, Prof. Dr. H. Abdul Aziz, M.Pd.I. menyampaikan terima kasih banyak kepada panitia, terutama kepada LP2M sebagai pelaksana karena tupoksi Moderasi Beragama berapa pada Lembaga ini. Beliau juga menyampaikan tiga dimensi penting di dalam sambutannya yang akan selalu berkolaborasi dengan Forum Komunikasi Umat Beragama (FKUB) Kabupaten Tulungagung. Pertama, Kolaborasi dalam menciptakan karakter mahasiswa yang ramah terhadap keberagamaan FKUB. Kedua, Kolaborasi berkait dengan isu inklusif, karena UIN SATU juga terbuka dengan agama Non-Muslim, UIN SATU menerima mahasiswa non-muslim mulai dari S1 – S3, dan inklusivitas pada hakikatnya tidak hanya sebatas difabel saja, jika dimaknai dengan betul, maka ranahnya sangat luas. Ketiga, keselarasan dengan nilai-nilai kebangsaan karena menjadi nilai yang penting untuk dirawat dan dikembangkan.
Masih dalam sambutannya, Rektor menyampaikan, “Tentu, capaian ini bukan hanya keberhasilan bagi UIN SATU, akan tetapi juga terdapat peran serta FKUB Kabupaten Tulungagung karena mampu menciptakan ketenangan dan perdamaian antar-umat beragama”.
Ke depan, Rektor berharap UIN SATU mampu melaksanakan survei-survei di wilayah Matraman yang kemudian hasil surveinya mampu dijadikan basis data untuk melaksanakan kolaborasi-kolaborasi untuk menggarap isu-isu strategis dalam konteks moderasi beragama dan ekoteologi bersama dengan tokoh masyarakat, perangkat desa, maupun institusi-institusi. Dan pada HAB Kemenag nanti, UIN SATU akan menyelenggarakan kegiatan yang dikemas dalam tajuk Senam Moderasi Beragama yang akan dihadiri dari berbagai pihak lintas iman.
Kegiatan evaluasi resmi dibuka oleh Rektor UIN SATU tepat pukul 17.00 WIB. Kegiatan ini selain diikuti oleh panitia dari UIN SATU juga dihadiri oleh perwakilan dari FKUB Kabupaten Tulungagung dari unsur beberapa agama yang ada, yaitu Katolik, Protestan, Hindu, dan Budha. (Fahru).



