
Tulungagung, 30 Juni 2025_Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat Universitas Islam Negeri Sayyid Ali Rahmatullah Tulungagung menggelar acara Pembekalan Kuliah Kerja Nyata Nusantara Moderasi Beragama dan Kebangsaan Tahun 2025 pada Senin, 30 Juni 2025 bertempat di kantor LP2M. Acara ini menjadi bagian penting dari tahapan persiapan mahasiswa sebelum diberangkatkan ke lokasi pengabdian lintas daerah.
Pembekalan yang diikuti oleh sepuluh delegasi peserta KKN ini dihadiri langsung oleh Kepala Pusat Pengabdian kepada Masyarakat Dr. Muhammad Muntahibun Nafis, M. Pd, beserta staf pengabdian Ahmad Natsir, M. Pd, dan Sekretaris LP2M, Mamang Didin Wahyudin. Dalam sambutannya Dr. Nafis menyampaikan apresiasi dan ucapan terima kasih kepada para peserta yang telah lolos seleksi terlebih di tengah berbagai tantangan teknis dan efisiensi yang menyebabkan mundurnya proses seleksi KKN tahun ini.
“Perlu dipahami bahwa keterlambatan seleksi ini bukan hanya terjadi di kampus kita, tetapi juga di banyak kampus lainnya. Maka, kita patut bersyukur dan tetap semangat karena telah sampai di titik ini,” ujarnya (30/06/2025)
KKN Nusantara Moderasi Beragama rencananya diselenggarakan di Kabupaten Kulon Progo, DI Yogyakarta dan KKN Kebangsaan di Kabupaten Makassar Sulawesi Selatan. Beliau menekankan bahwa peserta KKN Nusantara membawa misi pengabdian yang mulia, sehingga tidak elok jika membanding-bandingkan dengan kampus atau kelompok lain. Setiap peserta memiliki tugas yang harus dituntaskan dengan komitmen dan kesadaran penuh, bukan sekadar menjalani rutinitas formalitas.
Mahasiswa rencananya akan diberangkatkan pada tanggal 6 Juli 2025 dan akan mengikuti acara pelepasan resmi pada tanggal 7 Juli 2025. Selama masa pemberangkatan para peserta diwajibkan untuk mengikuti serangkaian pembekalan teknis pada tanggal 8 Juli 2025 yang akan diselenggarakan di University Hotel Yogyakarta tempat mereka menginap selama masa transisi awal.
Salah satu penekanan penting dalam pembekalan ini adalah pembuatan buku antologi, yang akan menjadi dokumentasi reflektif perjalanan dan pengabdian para peserta KKN. Buku tersebut dapat memuat beragam pengalaman, mulai dari momen pemberangkatan, doa bersama, hingga praktik langsung pengabdian di masyarakat. “Buku antologi ini bukan sekadar formalitas, ini adalah bukti jejak pengabdian. Setiap cerita, pengalaman, dan tantangan yang ditulis akan menjadi bagian dari sejarah KKN Nusantara dan KKN Kebangsaan UIN SATU,” tegas Bapak Nafis.
Menurut beliau koordinasi dan komunikasi adalah kunci sukses dalam menjalankan pengabdian. Para peserta diminta aktif berkomunikasi baik dengan rekan satu kelompok, Dosen Pembimbing Lapangan, dan panitia lokal di tempat KKN, maupun tim panitia pusat di UIN SATU. “Di sana kita bukan hanya kerja, tetapi kerja bersama. Itulah makna kolaborasi dalam pengabdian,” pungkasnya.
Pembekalan ini menjadi pengingat bahwa KKN bukan sekadar kewajiban akademik melainkan panggilan tanggung jawab sebagai warga negara dan mahasiswa yang berjiwa sosial. Melalui KKN Nusantara dan Kebangsaan 2025, semangat persatuan, kerja sama lintas daerah, dan cinta Tanah Air diharapkan semakin tumbuh kuat di kalangan mahasiswa.



