LP2M UIN SATU NEWSROOM – Surabaya, 6 Juni 2024. Satuan Tugas Penanganan dan Pencegahan Kekerasan Seksual (Satgas PPKS) Universitas Islam Negeri (UIN) Sayyid Ali Rahmatullah Tulungagung menghadiri undangan Capacity Building yang diselenggarakan oleh Satuan Tugas Penanganan dan Pencegahan Kekerasan Seksual (Satgas PPKS) UIN Sunan Ampel Surabaya. Acara ini berlangsung pada tanggal 5-6 Juni 2024. Hadir dalam kegiatan tersebut jajaran pimpinan UINSA Surabaya, yakni Plt. Rektor, Wakil Rektor, Wakil Dekan, Wakil Direktur, dosen, tenaga kependidikan, mahasiswa, serta Tim Satgas PPKS UINSA Surabaya. Selain itu, perwakilan dari Satgas PPKS UIN Ar-Raniry Banda Aceh, UIN Maulana Malik Ibrahim Malang, dan UIN KHAS Jember juga turut serta.

Acara Capacity Building ini diadakan untuk memperkuat kemampuan Tim Satgas PPKS dalam pencegahan dan penanganan kekerasan seksual di lingkungan pendidikan tinggi, terutama di Perguruan Tinggi Keagamaan Islam (PTKI). Sebagaimana diketahui bahwa kekerasan seksual di Perguruan Tinggi semakin hari semakin mengalami peningkatan, dengan berbagai macam tipologi kekerasan seksual. Mengingat urgensinya kegiatan ini bagi Tim Satgas PPKS di seluruh perguruan tinggi, maka UIN Sayyid Ali Rahmatullah Tulungagung dalam hal ini menugaskan kepada Dra. Umy Zahroh, M.Kes, Ph.D dan Lailatuzz Zuhriyah, M.Fil.I. untuk mengikuti kegiatan tersebut. Mengingat, UIN Sayyid Ali Rahmatullah Tulungagung telah memiliki Tim Satgas PPKS yang sudah secara legal formal di SK oleh Rektor.

Acara Capacity Building secara resmi dibuka oleh Plt. Rektor UIN Sunan Ampel Surabaya, Prof. Dr. H. Ali Mudlofir, M.Ag., kemudian dilanjutkan pemaparan materi oleh Dr. Nanda dari Satgas PPKS UINESA hingga siang hari. Dr. Nanda menekankan bahwa kekerasan seksual meninggalkan luka mendalam pada korban, sehingga edukasi dan upaya pencegahan serta penanganan kekerasan seksual di PTKI menjadi sangat penting. Banyaknya korban kekerasan seksual di Indonesia membuat acara ini sangat relevan dan krusial.

Materi berikutnya disampaikan oleh Dr. Istiadah, M.A, Ketua Forum PSGA PTKIN se-Indonesia sekaligus Ketua PSGA UIN Maulana Malik Ibrahim Malang hingga sore hari. Bu Dr. Istiadah, M.A. menyampaikan bahwa Korban kekerasan seksual di perguruan tinggi sering mengalami berbagai dampak psikologis yang serius dan berjangka panjang. Pendampingan yang tepat adalah kunci dalam membantu korban kekerasan seksual menjaga dan memulihkan kesehatan mental mereka. Bu Dr. Istiadah, M.A. menyampaikan ajakan kepada seluruh peserta untuk memiliki tekad kuat dalam memerangi kekerasan seksual, terutama di PTKI. Beliau juga mendorong peserta untuk menjunjung tinggi nilai-nilai agama dalam setiap tindakan. Lebih lanjut beliau berharap bahwa acara Capacity Building di UIN Sunan Ampel Surabaya ini dapat memperkuat komitmen dan kapabilitas para Satgas dalam mencegah dan menangani kekerasan seksual di lingkungan pendidikan tinggi.

Hari pertama kegiatan diikuti oleh para dosen dan tenaga kependidikan, sedangkan hari kedua difokuskan bagi mahasiswa. Mahasiswa yang mengikuti kegiatan ini adalah para mahasiswa yang menjadi relawan Tim Satgas PPKS dari perwakilan beberapa perguruan tinggi. Para peserta menunjukkan antusiasme yang tinggi, terutama pada sesi tanya-jawab dan praktik pendampingan korban.

Hari kedua, kegiatan capacity building diisi oleh narasumber yang berasal dari UNAIR dan UIN KHAS Jember. Namun, sebelum itu, Wakil Rektor Bidang Kemahasiswaan dan Kerjasama, Prof. Dr. Abdul Muhid, M.Si. memberikan sambutan dalam kegiatan tersebut. Dalam sambutannya, Prof. Muhid menyampaikan bahwa Satgas PPKS di PTKIN merupakan tindak lanjut dari regulasi TPPKS yang disahkan oleh Menteri Agama. Satgas PPKS memiliki peran yang sangat urgen dalam rangka memastikan bahwa PTKIN bebas dari KS. Sudah ada beberapa kasus yang telah ditangani oleh Satgas PPKS UINSA, dan setidaknya ini menjadi ikhtiar UINSA agar terbebas dari KS, baik oleh dosen, tendik, maupun mahasiswa.

Setelah sambutan Prof. Dr. Abdul Muhid, M.Si., kegiatan diisi oleh narasumber dari UNAIR, yakni Ibu Ike Herdiana, M.Psi. Dalam paparannya, beliau mengatakan bahwa Kekerasan seksual di perguruan tinggi merupakan masalah yang serius dan kompleks, yang memerlukan pendekatan komprehensif dalam memberikan dukungan kepada korban. Pendampingan yang efektif dapat membantu korban merasa aman, didengar, dan didukung dalam proses pemulihan mereka.

Sesi terakhir di hari ke-2 diisi oleh Kepala PSGA UIN KHAS Jember, Ibu Alfisyah Nurhayati, M.Si. Dalam paparan materinya, beliau menyampaikan tentang praktik pencegahan dan penanganan kekerasan seksual di UIN KHAS Jember. Satgas PPKS di UIN Jember sudah di SK kan oleh Rektor dan sudah mulai bekerja dalam mencegah dan menangani kekerasan seksual di kampus. Dalam praktiknya, Satgas dibantu oleh para relawan dari unsur mahasiswa, dan juga bermitra dengan pihak eksternal. Sudah ada beberapa kasus yang ditangani oleh tim satgas dan hasilnya sudah lumayan bagus. Pendampingan korban dilakukan secara intensif untuk memastikan korban tidak mengalami gangguan mental yang berkepanjangan. Untuk memaksimalkan kinerja Satgas, kampus perlu membuka hotline aduan, dan Tim Satgas harus responsif dan gerak cepat untuk segera menangani kasus tersebut. (LZ)

Close
LP2M UIN SAYYID ALI RAHMATULLAH TULUNGAGUNG

LP2M UIN SAYYID ALI RAHMATULLAH TULUNGAGUNG

Friday, Jul 19, 2024