
Ringkasan Berita:
- LP2M UIN SATU Tulungagung menyelenggarakan Seminar Hasil Penelitian BOPTN Berbasis Standar Biaya Keluaran (SBK) Tahun Anggaran 2026 pada 19–25 Oktober secara daring melalui Zoom Meeting.
- Sebanyak 26 reviewer dari berbagai Perguruan Tinggi Keagamaan Islam Negeri (PTKIN) dilibatkan untuk mengevaluasi 93 judul penelitian dosen.
- Seminar hasil menjadi bagian dari upaya penjaminan mutu akademik, penguatan akuntabilitas penelitian, dan peningkatan kualitas luaran riset agar memberikan kontribusi lebih luas.
Tulungagung — Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat (LP2M) Universitas Islam Negeri Sayyid Ali Rahmatullah (UIN SATU) Tulungagung menyelenggarakan Seminar Hasil Penelitian Bantuan Operasional Perguruan Tinggi Negeri (BOPTN) Berbasis Standar Biaya Keluaran (SBK) Tahun Anggaran 2026. Kegiatan yang dilaksanakan secara daring melalui Zoom Meeting ini berlangsung selama tujuh hari, mulai 19 hingga 25 Oktober.
Seminar hasil penelitian tersebut melibatkan 26 reviewer dari berbagai Perguruan Tinggi Keagamaan Islam Negeri (PTKIN) di Indonesia untuk melakukan penilaian akademik terhadap 93 judul penelitian dosen UIN SATU Tulungagung. Pelibatan reviewer eksternal menjadi bagian dari upaya memperkuat objektivitas, independensi, dan kredibilitas proses evaluasi penelitian.
Perkuat Penjaminan Mutu Akademik dan Akuntabilitas Riset
Seminar hasil penelitian menjadi salah satu tahapan strategis dalam siklus pengelolaan riset. Kegiatan ini tidak hanya berorientasi pada pemenuhan kewajiban administratif, tetapi juga berfungsi sebagai instrumen penjaminan mutu akademik yang memastikan penelitian memiliki landasan ilmiah, metodologi yang tepat, analisis yang kuat, serta kontribusi keilmuan yang jelas.
Melalui forum evaluasi ini, setiap penelitian memperoleh ruang untuk ditelaah secara kritis, mulai dari kesesuaian rumusan masalah dan kerangka teoretis hingga metodologi, analisis data, temuan, serta kontribusi ilmiah yang dihasilkan. Masukan reviewer diharapkan membantu peneliti mengidentifikasi kelemahan argumentasi, memperkuat validitas temuan, dan mempertajam relevansi hasil penelitian.
Dalam konteks pendanaan berbasis Standar Biaya Keluaran (SBK), evaluasi tidak cukup hanya melihat keterlaksanaan kegiatan dan serapan anggaran. Kualitas substansi serta ketercapaian luaran penelitian sebagaimana ditetapkan dalam kontrak dan ketentuan pendanaan juga menjadi aspek penting. Dengan demikian, seminar hasil berperan dalam menjaga keseimbangan antara akuntabilitas penggunaan anggaran dan mutu akademik.
Libatkan Reviewer Lintas PTKIN, Perluas Perspektif Keilmuan
Keterlibatan 26 reviewer dari berbagai PTKIN memberikan kesempatan bagi peneliti untuk memperoleh perspektif keilmuan yang beragam. Penilaian dari reviewer eksternal diharapkan dapat memperkaya proses evaluasi sekaligus mendorong penerapan standar penilaian yang lebih komprehensif.
Selain memperkuat objektivitas penilaian, forum ini membuka peluang pertukaran gagasan dan penguatan jejaring akademik antarinstitusi. Interaksi akademik melalui proses evaluasi diharapkan menumbuhkan budaya penelitian yang terbuka terhadap kritik, reflektif, dan berorientasi pada perbaikan berkelanjutan.
Melalui proses tersebut, peneliti tidak hanya memperoleh masukan untuk menyempurnakan laporan akhir, tetapi juga memiliki kesempatan untuk mengembangkan kualitas argumentasi dan memperkuat kontribusi hasil penelitian bagi perkembangan ilmu pengetahuan.
Dorong Luaran Riset yang Berkualitas dan Berdampak
Salah satu tujuan penting seminar hasil penelitian adalah memastikan bahwa proses riset tidak berhenti pada penyusunan laporan akhir. Hasil penelitian diharapkan dapat dikembangkan menjadi luaran akademik yang memiliki nilai manfaat dan jangkauan lebih luas, seperti artikel ilmiah pada jurnal nasional terakreditasi maupun jurnal internasional bereputasi, buku akademik, rekomendasi kebijakan, serta bentuk diseminasi pengetahuan lainnya sesuai karakteristik penelitian.
Dalam kerangka tersebut, seminar hasil berfungsi sebagai ruang academic quality control yang menghubungkan proses penelitian dengan penguatan kualitas publikasi. Aspek kebaruan (novelty), ketajaman analisis, ketepatan metodologi, dan signifikansi temuan menjadi perhatian penting dalam meningkatkan kesiapan hasil penelitian untuk dikembangkan menjadi publikasi ilmiah.
Peningkatan kualitas luaran riset juga memiliki relevansi strategis bagi penguatan reputasi akademik UIN SATU Tulungagung, peningkatan produktivitas publikasi dosen, serta kontribusi perguruan tinggi dalam pengembangan keilmuan dan penyelesaian berbagai persoalan masyarakat.
Bangun Ekosistem Riset yang Kolaboratif dan Berkelanjutan
Penyelenggaraan Seminar Hasil Penelitian BOPTN Berbasis SBK Tahun Anggaran 2026 merepresentasikan komitmen LP2M UIN SATU Tulungagung dalam membangun ekosistem penelitian yang akuntabel, kolaboratif, dan berorientasi pada dampak. Pelibatan reviewer eksternal menjadi salah satu langkah untuk menempatkan kualitas penelitian sebagai prioritas dalam tata kelola riset institusi.
Dengan mengevaluasi 93 judul penelitian melalui keterlibatan 26 reviewer, kegiatan ini diharapkan tidak sekadar menghasilkan penyempurnaan laporan penelitian, tetapi juga memperkuat budaya akademik yang kritis, terbuka terhadap evaluasi, dan berorientasi pada peningkatan mutu secara berkelanjutan.
Melalui proses evaluasi yang terarah, LP2M UIN SATU Tulungagung terus mendorong agar penelitian dosen menghasilkan karya ilmiah yang berkualitas, memperluas kontribusi pengetahuan, serta memberikan manfaat nyata bagi pengembangan institusi dan masyarakat.



